Pemkot Bogor Borong Dua Penghargaan Kemendag 2025, Dedie Rachim Tegaskan Komitmen Perlindungan Konsumen

Share

Kota Bogor, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Bogor kembali menegaskan posisinya sebagai daerah dengan tata kelola perdagangan terbaik melalui raihan dua penghargaan strategis dari Kementerian Perdagangan. Penghargaan Daerah Tertib Ukur untuk Dinkukmdagin Kota Bogor dan predikat Pasar Ber-SNI untuk Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) menegaskan kualitas layanan publik yang semakin meningkat. Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim pada Penganugerahan Perlindungan Konsumen 2025 di Auditorium Kemendag Jakarta.

Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor, Rahmat Hidayat, menyebut bahwa penghargaan Daerah Tertib Ukur menjadi bentuk konsistensi Kota Bogor dalam memastikan transaksi perdagangan berlangsung adil. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memperkuat pengawasan hingga menjadikan Bogor menerima penghargaan serupa selama tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari dorongan pimpinan daerah yang menempatkan perlindungan konsumen sebagai prioritas utama.

Rahmat menegaskan pihaknya rutin melakukan inspeksi mendadak di tempat-tempat berniaga, mulai dari pasar tradisional, toko emas, pasar modern, hingga SPBU. Pemeriksaan alat ukur seperti timbangan, meteran air, meteran listrik, termasuk tera ulang dilakukan untuk memastikan seluruh alat transaksi berfungsi sesuai standar. “Hampir seratus persen tempat yang memiliki alat ukur dilakukan pemeriksaan tera,” ujarnya.

- Advertisement -

Penguatan pengawasan ini, menurut Rahmat, berdampak signifikan terhadap tingkat kepercayaan masyarakat. Konsumen merasa aman, pedagang lebih tertib, dan perputaran transaksi menjadi lebih kompetitif. Ia berharap penghargaan ini dapat mempertahankan momentum peningkatan kualitas pelayanan sekaligus mendorong daya beli masyarakat. Transparansi dan akurasi ukuran menjadi aspek penting dalam mendorong ekosistem perdagangan yang sehat.

Sementara itu, Perumda PPJ ikut membukukan prestasi nasional melalui Pasar Jambu Dua yang berhasil meraih sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Direktur Utama PPJ, Jenal Abidin, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari proses panjang pembenahan sarana prasarana pasar serta penerapan manajemen pelayanan yang lebih modern. “Pasar harus bersih, aman, dan nyaman. Semua komponen pendukung kami penuhi,” kata Jenal.

Berbagai fasilitas wajib seperti saluran drainase yang memadai, pencahayaan, fasilitas difabel, ruang kesehatan, ruang laktasi, toilet, tempat cuci tangan, hingga CCTV dipastikan berfungsi optimal. PPJ juga menerapkan pasar tertib ukur sebagai bagian dari standar wajib sebelum dinilai layak menerima sertifikasi SNI. Seluruh indikator tersebut dinilai mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus memperbaiki citra pasar rakyat.

Jenal menyampaikan target ambisius PPJ pada 2026, yaitu menjadikan Pasar Gembrong Sukasari sebagai pasar ber-SNI berikutnya. Menurutnya, pasar rakyat di Kota Bogor tidak hanya harus memenuhi standar kebersihan, tetapi juga memiliki daya tarik yang layak menjadi ruang publik ramah keluarga hingga destinasi wisata lokal. Visi besar PPJ adalah menghadirkan pasar modern yang sehat dan dikelola secara profesional.

- Advertisement -

Ia mengapresiasi dukungan penuh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, perangkat daerah, hingga komunitas pedagang yang terus mendorong transformasi pasar rakyat. “Terima kasih atas full support kepada PPJ untuk mewujudkan seluruh pasar memiliki SNI,” ujar Jenal. Momentum penghargaan tahun ini menjadi pijakan Kota Bogor untuk memperkuat kualitas perlindungan konsumen dan pelayanan perdagangan di tahun-tahun mendatang. ich

Read more

NEWS