Paviliun Korea Jadi Magnet Baru di Pameran Makanan Terbesar Indonesia

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Kehadiran Paviliun Korea di gelaran SIAL Interfood Jakarta 2025 kembali menarik perhatian dunia kuliner Asia Tenggara, menghadirkan gebrakan yang mempertegas dominasi K-Food di pasar Indonesia. Dengan dukungan penuh Kementerian Pertanian, Pangan dan Pedesaan Korea serta Badan Pengembangan Perdagangan Produk Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Korea (aT), partisipasi Korea tahun ini tampil lebih strategis, menampilkan kekuatan industri kuliner yang terus berkembang pesat berkat minat tinggi konsumen Indonesia terhadap produk makanan Korea.

Pameran internasional yang memasuki edisi ke-26 ini menghadirkan lebih dari 1.500 perusahaan dari 26 negara serta sekitar 90.000 pengunjung, menjadikannya panggung penting bagi Korea untuk menunjukkan kualitas K-Food di tengah derasnya persaingan global. Berbagai merek makanan terbesar dari Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, hingga Italia turut hadir, memberi warna internasional yang memperkuat posisi SIAL Interfood sebagai wadah bisnis skala Asia Tenggara.

Dalam pameran ini, Korea menghadirkan Paviliun Korea Terpadu yang diisi 24 perusahaan eksportir K-Food unggulan dan tiga organisasi integrasi buah premium. Produk-produk khas Korea—mulai dari kimchi, mi instan, saus, minuman modern, hingga teh—dipilih untuk menjawab selera pasar Indonesia yang kini semakin akrab dengan cita rasa Korea berkat paparan budaya pop Korea di berbagai platform digital.

- Advertisement -

Daya tarik Paviliun Korea semakin kuat dengan pertunjukan cooking show delapan menu khas seperti bulgogi, tteokbokki, japchae, dan honey pear ade yang ditampilkan bersama koki lokal. Antusiasme pengunjung terlihat dari membludaknya area demo, sementara buku resep yang dibagikan di lokasi semakin memperluas jangkauan promosi K-Food kepada publik.

Aktivitas bisnis pun berlangsung intens. aT secara aktif mempertemukan para eksportir dengan buyer nasional—mulai dari jaringan ritel besar hingga toko daerah—untuk memastikan peluang kerja sama baru tercipta. Hasilnya, sebanyak 18 MOU dan kontrak langsung dengan nilai total 14,53 juta dolar AS berhasil ditandatangani selama pameran berlangsung.

Seorang buyer dari perusahaan ritel besar FoodHall mengakui bahwa tingginya popularitas K-Food mempengaruhi strategi pengadaan mereka, terutama untuk lini produk halal. Ia menyebut bahwa perusahaan tengah mempertimbangkan beberapa produk dari Paviliun Korea untuk memperkuat penawaran makanan Korea di pasar domestik.

Direktur Ekspor Makanan aT, Jeon Ki-chan, menegaskan bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat strategis bagi Korea. Dengan populasi besar, permintaan makanan yang terus berkembang, serta regulasi halal yang berubah cepat, Jeon memastikan bahwa aT akan memberikan dukungan menyeluruh agar produk Korea dapat memasuki pasar Indonesia secara stabil dan kompetitif.

- Advertisement -

Hingga akhir Oktober 2025, ekspor K-Food ke Indonesia mencapai 203 juta dolar AS, dengan pertumbuhan signifikan pada beberapa kategori seperti mi instan, soju, ginseng, dan kimchi, menandai tren positif yang diprediksi akan terus meningkat seiring meluasnya penetrasi budaya Korea di Indonesia. ich

Read more

NEWS