Kota Tangerang, Channelsatu.com – Menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat langkah mitigasi dengan memetakan wilayah terdampak serta menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan di Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang. Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, turun langsung ke RT 004/RW 003 untuk memastikan penanganan kebutuhan air bersih berjalan sesuai kondisi di lapangan.
Pemkot Tangerang tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan darurat, tetapi juga melakukan pendataan kebutuhan teknis untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Dalam menghadapi dampak musim kemarau, yang utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Karena itu, penanganan harus dilakukan dengan cepat, disertai pemetaan kondisi di lapangan agar langkah yang diambil sesuai dengan kebutuhan warga,” ujar Maryono.
### Pemetaan Jadi Dasar Mitigasi Kekeringan
Pemetaan wilayah terdampak menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui lokasi yang membutuhkan bantuan serta menentukan prioritas penanganan.
Di Kelurahan Kunciran Jaya, terdapat empat titik permukiman yang menjadi fokus penanganan awal, yakni RT 004/RW 003, RT 002/RW 002, RT 003/RW 002, dan RT 005/RW 003.
Pada lokasi tersebut, tim gabungan menyalurkan air bersih dengan mengisi tandon yang tersedia agar bisa digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Maryono, penanganan awal tersebut diharapkan dapat membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih. Namun, upaya tersebut juga perlu diikuti pendataan dan pemetaan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan.
“Untuk sementara, ada empat titik yang terdampak. Kami melakukan penanganan awal melalui penyaluran air bersih dan pengisian tandon. Masyarakat juga perlu menggunakan air secara bijak, sementara dinas terkait melakukan pemetaan dan menyiapkan langkah mitigasi lanjutan,” jelasnya.
### Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat
Dalam mengantisipasi dampak hidrometeorologi, Pemkot Tangerang melibatkan jajaran kewilayahan bersama sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait.
Kolaborasi tersebut mencakup Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perumda Tirta Benteng, serta PMI.
Setiap unsur terkait berkoordinasi dalam penanganan kebutuhan darurat, pemetaan wilayah, dan pendataan teknis yang diperlukan untuk menyusun langkah mitigasi berikutnya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan kebutuhan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, penanganan tidak hanya dilakukan ketika warga mengalami kekurangan air, tetapi juga diarahkan untuk mengurangi risiko apabila kondisi kemarau berlangsung lebih lama.
### Masyarakat Diminta Bijak Menggunakan Air
Selain memperkuat kesiapsiagaan pemerintah, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan segera menyampaikan laporan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Pengaduan dapat disampaikan melalui pengurus RT/RW atau kelurahan setempat untuk diteruskan kepada pihak terkait.
Maryono menekankan pentingnya respons yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dalam memenuhi kebutuhan warga.
“Yang terpenting bukan hanya seberapa cepat kita merespons, tetapi bagaimana memastikan setiap langkah penanganan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mengurangi risiko ke depan,” tuturnya.
Melalui pemetaan wilayah, distribusi bantuan air bersih, dan koordinasi lintas sektor, Pemkot Tangerang berupaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bersih dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi musim kemarau. ich
