Jakarta, Channelsatu.com – MCI One More memperluas jaringan kolaborasinya dengan menggandeng Hyppe, platform media sosial lokal yang dikembangkan PT Hyppe Teknologi Indonesia. Kerja sama ini ditujukan untuk mempertemukan kekuatan komunitas, teknologi digital, serta pengembangan konten kreatif yang positif di tengah ketatnya persaingan industri media sosial.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara MCI One More dan Hyppe pada Kamis (15/10/2026). Melalui kemitraan ini, kedua pihak membuka peluang untuk menghubungkan jaringan komunitas dengan ekosistem digital sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam menghasilkan konten kreatif.
Direktur Utama PT MCI, Wilson Mandalaputra, mengatakan kolaborasi dengan Hyppe merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat. Ia menegaskan, kerja sama tersebut tidak mengubah fokus utama bisnis MCI One More yang bergerak di bidang kesehatan, kecantikan, dan gaya hidup.
“Kami tidak melihat sebuah kolaborasi hanya dari seberapa besar sebuah platform hari ini. Kami melihat kesamaan semangat, potensi, dan apa yang bisa dikembangkan bersama. Ketika ada karya Indonesia yang memiliki potensi untuk berkembang, kami tentu terbuka untuk memberikan ruang dan bertumbuh bersama,” ujar Wilson.
Menurut Wilson, perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas manfaat jaringan komunitas yang telah dibangun. MCI One More mengklaim memiliki lebih dari dua juta anggota yang berpotensi dilibatkan dalam berbagai program berbasis digital.
Meski demikian, efektivitas pemanfaatan jaringan tersebut masih akan bergantung pada pelaksanaan program, tingkat partisipasi anggota, serta manfaat konkret yang dapat dihasilkan dari kerja sama kedua perusahaan.
Direktur Utama PT Hyppe Teknologi Indonesia, Magindran Marieappan, menyambut positif dukungan MCI One More terhadap pengembangan platform media sosial lokal tersebut. Ia menyebut MCI One More sebagai perusahaan pertama yang menjadi sponsor sekaligus menjalin kolaborasi dengan Hyppe.
Menurut Magindran, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan Hyppe dan mendorong lebih banyak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan produksi konten digital.
Dalam kesempatan yang sama, Magindran memperkenalkan program Transformasi Content Creator, yang disebut sebagai program RNI bersama Hyppe. Program tersebut menawarkan total hadiah sebesar Rp2 miliar dan terbuka bagi masyarakat yang ingin mengikuti kompetisi pembuatan konten melalui aplikasi Hyppe.
“Jadi, Transformasi Content Creator itu adalah program RNI bersama Hyppe. Hadiahnya Rp2 miliar. Semua orang boleh ikut,” kata Magindran.
Ia menjelaskan, program tersebut menyediakan 10 kategori tantangan yang dapat diikuti peserta. Dengan masuknya kategori MCI One More, jumlah kategori direncanakan bertambah menjadi 11.
Kompetisi ini dirancang melalui tahapan regional hingga nasional. Peserta yang berhasil menjadi pemenang di tingkat regional nantinya akan berkompetisi di tingkat nasional. Program tersebut juga disebut membuka peluang sertifikasi melalui dukungan sejumlah kementerian dan pihak terkait.
Kendati demikian, rincian mengenai mekanisme penilaian, persyaratan peserta, ketentuan hadiah, serta proses penerbitan sertifikasi masih perlu dijelaskan lebih lanjut agar masyarakat memperoleh informasi yang lengkap sebelum mengikuti kompetisi.
Kolaborasi MCI One More dan Hyppe juga mendapat perhatian dari perwakilan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI), Mistam, yang memperkenalkan diri sebagai Direktur Program dan Produksi RRI.
Dalam sambutannya, Mistam menyoroti pentingnya tanggung jawab platform digital dan kreator dalam menghadirkan konten yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, ruang digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Indonesia, memperkuat nilai kebangsaan, serta mendorong generasi muda menghasilkan karya yang berkualitas.
Ia menilai setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan cerita dan budaya yang berpotensi dikembangkan menjadi konten kreatif. Mulai dari desa, kelurahan, kecamatan, hingga kota dan provinsi, berbagai potensi lokal dapat diangkat melalui karya digital yang menarik dan mudah diakses masyarakat.
Mistam juga menekankan bahwa pengembangan ekosistem digital perlu disertai upaya menjaga kualitas konten, termasuk mencegah penyebaran ujaran kebencian dan materi negatif yang dapat berdampak buruk bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Mistam menyebut lebih dari 2,7 juta konten negatif telah diturunkan hingga April 2026. Namun, angka tersebut masih perlu diverifikasi melalui sumber data resmi untuk memastikan periode, cakupan, dan pihak yang melakukan penindakan.
Menurutnya, membangun ruang digital yang sehat tidak cukup hanya dengan menghapus konten bermasalah. Kreator juga perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan kualitas produksi, dan menyampaikan pesan yang memberikan manfaat bagi publik.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat membuka ruang pelatihan dan pendampingan bagi kreator konten di berbagai daerah, sehingga potensi lokal dapat dikenal lebih luas melalui platform digital.
Kerja sama MCI One More dan Hyppe mempertemukan jaringan komunitas dengan platform digital yang berupaya memperluas jangkauan pengguna. Bagi MCI One More, kolaborasi ini menjadi salah satu cara untuk mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan bisnis inti perusahaan.
Sementara bagi Hyppe, dukungan dari komunitas yang besar berpotensi membuka akses kepada lebih banyak calon pengguna dan kreator konten. Namun, peluang tersebut perlu diikuti strategi yang mampu mempertahankan keterlibatan pengguna di tengah persaingan dengan berbagai platform media sosial global.
Program Transformasi Content Creator dengan total hadiah Rp2 miliar juga berpotensi menarik minat masyarakat. Meski begitu, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya hadiah, tetapi juga transparansi kompetisi, kualitas pendampingan, serta keberlanjutan aktivitas kreator setelah program berakhir.
Di sisi lain, jumlah anggota komunitas MCI One More belum otomatis mencerminkan jumlah pengguna aktif Hyppe. Karena itu, tingkat partisipasi, pertumbuhan pengguna, jumlah konten yang dihasilkan, dan dampak program dapat menjadi indikator penting untuk mengevaluasi hasil kerja sama tersebut.
Penandatanganan PKS ini menjadi langkah awal bagi MCI One More dan Hyppe untuk mengembangkan kolaborasi antara komunitas dan teknologi digital. Komitmen terhadap karya anak bangsa serta penyebaran konten positif menjadi semangat yang diusung kedua pihak, sedangkan keberhasilan kemitraan akan ditentukan oleh realisasi program dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. ich
