Kota Bekasi, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong pengembangan pasar rakyat berbasis kawasan perumahan sebagai salah satu upaya memperluas ruang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus membuka peluang lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kota Bekasi.
Salah satu konsep tersebut dikembangkan melalui kegiatan Piloting 1001 Pasar Rakyat × Car Free Day Koperasi Savira yang berlangsung di kawasan Vida Bekasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bersama Wali Kota Bekasi. Keduanya meninjau langsung aktivitas Car Free Day, pasar rakyat, koperasi, serta UMKM yang berlangsung di kawasan tersebut.
Wali Kota Bekasi menyampaikan bahwa keberadaan pasar rakyat di lingkungan perumahan menunjukkan bahwa kawasan permukiman tidak hanya dapat berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang interaksi sosial sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau kita bicara role model yang disampaikan Pak Menko, ini menarik karena kawasan perumahan ke depan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga bisa menjadi pusat pasar rakyat. Di dalamnya ada UMKM, koperasi, konsumen, dan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus melakukan transaksi ekonomi,” ujar Wali Kota Bekasi.
Menurutnya, konsep pasar rakyat berbasis kawasan memiliki keterkaitan dengan kondisi Kota Bekasi yang memiliki banyak kawasan permukiman dan jumlah pelaku UMKM yang cukup besar.
Pemkot Bekasi mencatat sekitar 350 ribu UMKM, dengan sekitar 165 ribu pelaku usaha telah memiliki perizinan melalui Mal Pelayanan Publik.
Kondisi tersebut, kata Wali Kota, perlu diimbangi dengan penyediaan ruang usaha yang dapat mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat sebagai konsumen secara langsung.
“Di Kota Bekasi kita terus melakukan pembenahan pasar. Salah satunya Pasar Baru Bekasi yang sedang kita kembangkan menjadi pusat perdagangan UMKM. Kita juga memiliki program Gebrak Pasar sebagai salah satu upaya untuk mendorong masyarakat berbelanja dan meningkatkan aktivitas transaksi para pedagang di pasar,” jelasnya.
Selain mengembangkan pusat perdagangan UMKM, Pemkot Bekasi juga melihat kawasan perumahan sebagai bagian dari potensi pengembangan ekosistem ekonomi masyarakat.
Model yang mulai dikembangkan di Vida Bekasi diharapkan tidak berhenti pada satu kawasan. Sejumlah kawasan perumahan lainnya juga dinilai memiliki peluang untuk ikut mengembangkan kegiatan serupa.
“Perumahan Vida ini menjadi salah satu inisiator dalam pengembangan pusat pasar rakyat berbasis kawasan. Ke depan, tentu kawasan perumahan seperti Galaxy, Lagoon, dan Summarecon dapat menjadi tambahan dalam kolaborasi pasar rakyat ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Cak Imin menyampaikan bahwa konsep yang diterapkan di kawasan Vida dapat menjadi contoh yang dikembangkan di daerah lainnya.
“Perumahan Vida menjadi role model yang dapat diduplikasi di daerah lain untuk pengembangan ekonomi kecil dan menengah,” ujar Cak Imin.
Pasar rakyat berbasis kawasan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai tempat transaksi jual beli. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang mempertemukan pemerintah, pengelola kawasan, koperasi, UMKM, dan masyarakat.
Di Kota Bekasi sendiri, aktivitas Car Free Day telah berlangsung di sejumlah kawasan, antara lain Ahmad Yani, Vida, dan Harapan Indah. Ke depan, kawasan Galaxy, Lagoon hingga Summarecon diharapkan dapat ikut berkolaborasi dalam pengembangan pasar rakyat berbasis lingkungan.
Wali Kota Bekasi berharap semakin banyak kawasan yang dapat membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi di lingkungan tempat tinggal.
“Dari satu kawasan kita belajar, dari beberapa kawasan kita kembangkan, dan dari 1001 titik kita berharap lahir 1001 pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. ich
