Kota Tangerang, Channelsatu.com – Pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini semakin diperketat melalui “Operasi Ketupat Jaya 2026” yang digelar secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Operasi ini berlangsung selama 13 hari dengan fokus utama pada kelancaran arus mudik, keamanan pelaksanaan Salat Idul Fitri, serta pengaturan arus balik Lebaran.
Sebanyak 161.243 personel gabungan diterjunkan dalam operasi pengamanan Idul Fitri tersebut. Ribuan aparat dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait disiagakan untuk menjaga kelancaran lalu lintas serta keamanan masyarakat selama musim mudik Lebaran.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Jaya 2026 mengedepankan pelayanan dan keselamatan masyarakat. Ia menegaskan seluruh personel harus hadir memberikan rasa aman bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh.
“**Mudik Aman Keluarga Bahagia menjadi semangat dalam operasi ini. Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan**,” kata Kapolri.
Di Kota Tangerang, pengamanan dilakukan dengan menyiagakan 1.859 personel gabungan di sejumlah titik strategis. Wilayah ini menjadi jalur penting bagi pemudik yang menuju Pulau Jawa maupun yang hendak menuju Pelabuhan Merak untuk menyeberang ke Pulau Sumatera.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari mengatakan pihaknya telah mendirikan tujuh pos pengamanan dan pelayanan guna memaksimalkan pengawasan arus mudik di wilayah tersebut.
“**Terdapat tujuh pos yang kami dirikan, terdiri dari satu pos pengamanan, lima pos pelayanan, dan satu pos terpadu. Semua pos ini disiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama Operasi Ketupat Jaya**,” ujar Jauhari.
Selain itu, aparat juga diminta mewaspadai potensi gangguan selama mudik, termasuk kemungkinan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak sebelum berangkat mudik serta melaporkan rumah yang ditinggalkan kepada tetangga atau petugas keamanan setempat. Jika membutuhkan bantuan selama perjalanan, masyarakat dapat menghubungi call center Polri di 110 yang tersedia secara nasional dan bebas pulsa. ich
