Kota Tangerang, Channelsatu.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang kembali mengintensifkan upaya pencegahan banjir dengan melakukan pengangkutan lumpur serta normalisasi saluran air di kawasan permukiman. Langkah ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan, di mana debit air meningkat dan saluran drainase rawan mengalami penyumbatan. Kegiatan pemeliharaan tersebut digelar di berbagai titik wilayah, salah satunya di Jalan Sempati, Kelurahan Batuceper, yang selama ini dikenal cukup rentan terdampak genangan saat curah hujan tinggi.
Pada Rabu (26/11/25), tim lapangan DPUPR diterjunkan bersama armada khusus untuk membersihkan endapan lumpur di saluran-saluran yang mulai dangkal. Endapan yang menumpuk dianggap menjadi salah satu pemicu utama tersendatnya aliran air sehingga perlu ditangani secara cepat untuk menghindari risiko banjir di lingkungan warga. Aktivitas pembersihan ini juga dilakukan melalui pengerukan manual dan pengangkutan lumpur ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.
Kepala DPUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menegaskan bahwa normalisasi saluran adalah langkah penting untuk memastikan sistem drainase tetap bekerja efektif. Pembersihan dilakukan tidak hanya terhadap lumpur, tetapi juga terhadap sampah dan material lain yang berpotensi menyumbat aliran air. Dengan kondisi drainase yang optimal, risiko banjir maupun genangan dapat ditekan, terutama pada kawasan yang memiliki kepadatan penduduk dan mobilitas tinggi.
Menurut Taufik, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang melihat saluran di lingkungan mereka mulai dangkal akibat sedimentasi. Pemkot Tangerang berkomitmen untuk menanggapi laporan-laporan tersebut secara cepat agar tidak terjadi permasalahan lebih besar ketika musim hujan mencapai puncaknya. Program pemeliharaan rutin ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir jangka panjang yang terus ditingkatkan setiap tahunnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan. Pembuangan sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran air, menjadi salah satu penyebab terbesar penyumbatan drainase di kawasan padat permukiman. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah disebut sebagai kunci utama agar upaya pencegahan banjir dapat berjalan lebih maksimal dan berkesinambungan.
DPUPR menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi akan terus dilakukan secara bertahap di 13 kecamatan di Kota Tangerang. Titik-titik prioritas difokuskan pada lokasi yang berdasarkan pemetaan memiliki riwayat genangan dalam beberapa musim hujan terakhir. Dengan pola penanganan terjadwal dan terukur, pemerintah berharap kondisi drainase di seluruh wilayah dapat lebih aman dan siap menghadapi curah hujan ekstrem.
Selain pengerukan dan pembersihan saluran, DPUPR juga terus melakukan monitoring terhadap berbagai infrastruktur pendukung seperti pintu air, gorong-gorong, serta crossing drainase pada ruas-ruas jalan utama. Monitoring ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh jaringan saluran air dapat mengalir tanpa hambatan. Pemerintah menilai bahwa kesiapsiagaan dini merupakan langkah paling efektif untuk meminimalkan dampak banjir terhadap aktivitas warga.
Melalui kerja sama pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, upaya pencegahan banjir di Kota Tangerang diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Pemkot menempatkan kegiatan ini tidak hanya sebagai rutinitas musim hujan, tetapi sebagai investasi jangka panjang untuk membangun sistem drainase yang lebih tangguh, ramah lingkungan, dan mampu menjawab kebutuhan kota yang terus berkembang. ich
