Jakarta, Channelsatu.com – Wali Band kembali menunjukkan kematangan musikalnya lewat peluncuran single terbaru “Nina Belum Bobo”, sebuah karya yang menyelipkan isu psikologis di balik balutan pop Melayu yang akrab di telinga. Di tengah meningkatnya fenomena insomnia dan kecemasan di era digital, lagu ini hadir sebagai refleksi sekaligus pengingat bagi masyarakat yang hidup dalam tekanan serba cepat.
Meski tetap lekat dengan karakter musik Wali, lagu ini memperlihatkan pendalaman naratif yang lebih kuat. Apoy, sang pencipta, memberi ruang pada kisah universal tentang kegelisahan seseorang yang menanti kabar penting di tengah malam.
“Banyak orang sekarang susah tidur bukan karena patah hati saja, tapi karena urusan hidup yang numpuk. Itu yang coba kami tangkap,” ujar Wali saat menjelaskan alasan memilih tema tersebut.
Melalui lirik lugas yang mudah dipahami, Wali ingin menyajikan pengalaman emosional yang tidak menggurui namun mampu mewakili perasaan banyak orang. Kejujuran ini menjadi daya tarik yang membuat lagu mereka tetap relevan hingga generasi baru.
Band ini menilai bahwa musik harus mampu hadir di antara persoalan sehari-hari pendengarnya. Karena itu, “Nina Belum Bobo” dirancang sebagai teman yang mengerti—sebuah lagu yang bisa diputar ketika pikiran terlalu bising dan tubuh kelelahan namun mata tidak mau terpejam.
Nuansa musik yang tetap ringan membuat pesan lagu lebih mudah diterima. Tanpa meninggalkan identitas pop Melayu, Wali berhasil membawa dinamika emosional yang lebih kontemporer.
“Kami ingin musik ini bisa menjadi pelarian dan penyemangat. Kadang orang cuma butuh ditemani lewat lagu,” tambah Wali. Pernyataan itu menggambarkan tujuan mereka untuk terus berada dalam orbit pendengar dari masa ke masa.
Dengan konsep tersebut, Wali kembali menguatkan posisinya sebagai band yang bukan hanya memberi hiburan, tetapi juga ruang bagi pendengar untuk merasa dipahami. “Nina Belum Bobo” menjadi bukti bahwa eksplorasi musik dapat berjalan tanpa kehilangan jati diri. ich
