Jakarta, Channelsatu.com – Musik kembali membuktikan dirinya sebagai bahasa universal yang menyatukan perbedaan. Festival Band *Berani Beda* yang digagas Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Yayasan Tirta Bersemi dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), hadir untuk membangun ruang perjumpaan lintas iman dan budaya melalui nada, harmoni, dan kolaborasi kreatif.
Festival ini diadakan sebagai ajang ekspresi musisi dari berbagai latar belakang agama, suku, dan generasi yang ingin menyuarakan perdamaian lewat musik. Di tengah meningkatnya fenomena intoleransi dan sikap individualis akibat kemajuan teknologi, kegiatan ini menjadi jembatan penting bagi generasi muda untuk berinteraksi dalam perbedaan yang produktif dan bermakna.
“Musik punya cara unik untuk merangkul semua orang tanpa melihat latar belakangnya. Kami berharap festival ini menjadi ruang yang menenangkan dan mempersatukan,” ujar Olga Lydia, koordinator kegiatan yang juga dikenal sebagai aktivis lintas budaya. Ia menegaskan bahwa harmoni tidak hanya bisa lahir dari melodi, tetapi juga dari kerja sama dan penghargaan terhadap keberagaman.
Festival Band *Berani Beda* membuka kesempatan bagi band dengan tiga hingga sembilan personel yang memiliki perbedaan agama di antara anggotanya. Peserta juga didorong untuk menampilkan keberagaman etnis, budaya, dan generasi agar pesan inklusivitas semakin kuat terasa di atas panggung.
Setiap peserta diwajibkan membawakan dua lagu: satu lagu wajib nasional dan satu lagu ciptaan sendiri atau lagu daerah. Lagu-lagu seperti *Tanah Airku*, *Dari Sabang Sampai Merauke*, hingga *Maju Tak Gentar* dipilih untuk mengingatkan pentingnya semangat persatuan di tengah keberagaman.
Proses seleksi dilakukan secara daring melalui pengiriman video ke YouTube dan pendaftaran via Google Form hingga 10 November 2025. Tujuh peserta terbaik akan lolos ke babak final dan tampil langsung di Jakarta pada 21 November 2025 dengan total hadiah senilai Rp30 juta bagi tiga pemenang terbaik.
Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi musik, melainkan simbol kebersamaan di tengah perbedaan. Ketika nada dan harmoni berpadu, pesan persatuan menjadi semakin kuat terdengar di telinga masyarakat luas.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi insan musik Indonesia untuk menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan penghalang. Seperti irama dalam lagu, setiap perbedaan justru melengkapi komposisi harmoni yang indah bagi bangsa Indonesia. ich
