Jakarta, channelsatu.com: Terdengar lucu alias main –main jika Anda memesan menu makanan di restoran Bumbu Desa, yakni Sambal Hansip.
Sebaliknya sambal tersebut merupakan ciri khas restoran yang menyajikan prinsip traditional culinary serta sengaja mengembangkan sambal menjadi yang tidak terpisahkan dari makanan tradisional Sunda.
Sambal Hansip terbuat dari tomat hijau, dicampur sedikit terasi , cabe hijau, cabe rawit hijau dan kencur. Rasa sungguh menyengat sedap, apalagi Anda menyantap dengan Ayam Goreng Bumbu Desa yang diracik sebagai resep turun temurun keluarga pendiri restoran Bumbu Desa, yaitu Ibu Thomas Wirawangsadita.
Ayam goreng itu dimasak dengan metode teknik yang disebut Samara Halus. Yang tidak lain percampuran rempah seperti kunyit, ketumbar, jinten serta gula aren. Sehingga rasa ayam goreng itu menjadi gurih dan manis. Selain menyantap Ayam Goreng Bumbu dengan Sambal Hansip, Anda pun bisa mencicip Sambal Mangga – yang dibuat dari irisan tipis mangga, Sambal Goreng, Sambal Terasi atau Sambal Ijo.
Perlu dicacat bahwa restoran Bumbu Desa adalah pelopor restoran berbasis makanan tradisional Sunda. Saat ini Bumbu Desa memiliki cabang sebanyak 47 restoran di 20 kota – yang menyakup 17 provinsi. Penyajian restoran ini memang mengetengahkan racikan bumbu yang khas serta merta mempunyai tata keama dahar – table manner- unik.
Terdapat lima menu andalan Bumbu Desa yang akhirnya menjadi ikon, dan kiranya Anda patut memesan apabila bertandang ke sana. Jangan lupakan Gurame Pesmol, kuliner asal Cianjur , yang diolah dengan sembilan jenis rempah tradisional. Sehingga rasanya betul betul nikmat – di samping memiliki khasiat bagi kesehatan.
Biasanya Gurame Pesmol disajikan dengan ukuran per 500 gram dan ditambah garnish tomat hijau, cabe tanjung, dan jeruk nipis. Makanya rasanya begitu manis pedas. Rasa ini makin nikmat bila ditambah dengan tumis daun singkong yang dilengkapi teri Medan.
Selain Gurame Pesmol, Bumbu Desa menyediakan berbagai sayuran tradisional, antara lain Keredok Ma Opo – dinamai demikian lantara sesuai nama peracik resepnya.
Karedok ini campuran aneka sayuran dan bumbu kacang tanah pilihan.Kekhasannya terletak pada teknik penggunaan kencur yang menghasilkan sensasi rasa berbeda dengan keredok umumnya.
Menu lain yang ada di Bumbu Desa adalah Tumis d’sing Ma Nani. Tumis daun singkon hasil racikan Ma Nani – juru masak di desa Babakan,Garut.. Tumis d’sing Ma Nani dikreasikan dengan gula aren dan ikan teri. Rasanya unik : Manis dan gurih muncul bersamaan.
Bagaimana dengan menu minuman ? Rasakan nikmatnya Es Campur Mang Dadang – diracik karyawan Bumbu Desa bernama Dadang. Es Campur Dadang ini perpaduan tape singkong, avokado, dan roti tawar. Bahan itu didressing kelapa muda, sirup copassu serta santan. Menu yang disebut itu ialah unggulan dari Bumbu Desa – yang segala bahan bakunya harus seratus persen hasil Bumi Indonesia.
Tidak cuma itu, bahan baku yang disajikan mesti berkualitas baik, yang konsisten memperhatikan kesegaran produksi. Satria Yanuar Akbar, Manager Marketing & Bussines Development Bumbu Desa Group membeberkan bahwa Bumbu Desa selalu menghadirkan originalitas dalam setiap bumbu masaknya.
“Itulah resep rahasia dan yang membedakan rasa antara Bumbu Desa dengan kompetitor,“ tutur Satria.
Saat ini Bumbu Desa punya cabang utama di Malaysia, dan menurut rencana membuka di Singapura (2014 ) dengan tiga cabang, Qatar dan Negeri Paman Sam , Amerika Serikat.
Berdiri sejak tahun 2004 oleh Arief Wangsawiradita , Bumbu Desa mengutamakan pelayanan profesional yang berstandar internasional dari para tenaga terdidik.
Demikianlah kunci sukses restoran ini – yang tak diingkari selalu konsisten menggali serta mengembangkan aneka ragam kuliner Sunda. Silahkan mampir ke Bumbu Desa. Ajaklah relasi Anda untuk makan siang atau makan malam dengan menu pilihan, dan jangan lupa menyantap Gurame Pesmol dan Ayam Goreng Bumbu Desa yang lezat itu. (Syamsudin Noer Moenadi, pecinta kuliner)
