Jakarta, Channelsatu.com – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menghadiri pertunjukan teater musikal “Musikal Pasar Dangdoet: SEMESTA Berdendang” yang digelar mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki.
Mengusung tema *“Diverse Artistry: The SEMESTA Glitz”*, pementasan ini mengangkat kisah kehidupan masyarakat pasar tradisional di tengah dinamika kota modern. Tokoh Adeng menjadi representasi anak muda yang bercita-cita menjadi aktor dan komika, namun dihadapkan pada tuntutan keluarga untuk melanjutkan usaha.
Melalui perpaduan musik dangdut, humor, dan konflik keseharian, pertunjukan ini memotret perjuangan masyarakat kecil dalam menyeimbangkan realitas hidup dan impian.
Irene Umar mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menghadirkan dangdut sebagai kekuatan naratif dalam format teater musikal modern.
“Pikirkan bagaimana kalian dapat mengembangkan industri teater musik di Indonesia. Kalian memiliki talenta yang melimpah di sini. Pagelaran ini menunjukkan lewat kolaborasi lintas sektor, dapat menghasilkan sebuah karya yang nantinya akan kita abadikan bersama, dan saya yakin hasilnya akan luar biasa bagus,” ujar Irene.
Ia juga mendorong generasi muda untuk mulai menciptakan peluang sejak di bangku kuliah.
“Saya ingin kalian semua menciptakan peluang tersebut mulai dari bangku kuliah. Apa yang terjadi hari ini bukan hanya karena modal, tetapi juga karena kegigihan. Generasi muda ini sudah mulai bukan hanya memikirkan bisnis, tetapi bagaimana kreativitas bisa menjadi *engine of growth*,” tambahnya.
Pertunjukan ini disutradarai oleh Andibachtiar Yusuf dan Dadang Badoet, menghadirkan kolaborasi musik, komedi, dan narasi sosial dalam satu panggung dinamis.
Kementerian Ekraf menilai karya ini sebagai contoh nyata bagaimana generasi muda mampu mengolah budaya lokal menjadi produk kreatif bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas bangsa. ich
