Jakarta, Channelsatu.com – Jakarta kembali bersiap menyambut pesta musik besar melalui Joyland Session 2025, yang digadang-gadang menjadi pengobat rindu usai batalnya Joyland Festival. Plainsong Live sebagai promotor mengumumkan acara ini akan digelar di Senayan, Jakarta Pusat, pada 29–30 November 2025, menampilkan deretan musisi internasional dan lokal papan atas.
TV Girl dan L’Impératrice menjadi dua nama yang paling ditunggu, dengan daya tarik indie-pop Amerika dan disko-pop Prancis yang penuh energi. Tak ketinggalan, Soccer Mommy dan The Pains of Being Pure at Heart juga akan membawakan penampilan yang diyakini bisa menarik perhatian generasi muda pencinta musik alternatif.
Line up semakin gemuk dengan kehadiran Bright Eyes, band legendaris indie yang menjadi inspirasi banyak musisi baru, serta Oddisee & Good Compny dengan sentuhan hip hop yang penuh nuansa jazzy. Sementara Luna Li dari Kanada siap menambah nuansa eksperimental dengan musik dreamy yang khas.
Tak hanya panggung internasional, musisi lokal turut mendapat tempat penting. Nama-nama seperti Bernadya dengan lirik penuh emosi, Galdive dengan nuansa pop manis, Reality Club yang semakin kuat secara global, hingga Thee Marloes dengan soul yang hangat, akan memberi warna berbeda dalam acara ini.
Meski tidak sebesar Joyland Festival, penyelenggaraan Joyland Session tetap menjanjikan pengalaman berkelas. Konsep kurasi khas Joyland akan menekankan interaksi komunitas, seni visual, dan atmosfer unik yang tidak ditemui dalam konser biasa.
Promotor menegaskan, Joyland Session bukan sekadar konser musik. Acara ini adalah ruang berkumpul di mana seni, musik, dan kebudayaan melebur, memberikan pengalaman multisensori yang melekat di benak penonton.
Tiket mulai dijual secara eksklusif melalui situs resmi joylandfest.com. Dengan harga Rp1.088.000 untuk akses dua hari, penonton akan mendapatkan suguhan musik lintas genre yang dipadukan dengan atmosfer unik khas Joyland.
Ajang ini diprediksi menjadi salah satu festival paling dibicarakan di akhir 2025. Joyland Session bukan hanya penutup tahun, melainkan juga selebrasi musik alternatif global yang kini semakin dekat dengan penonton Indonesia. ich
