Kisah Cinta Anies Baswedan Difilmkan dalam Senyum Manies Love Story

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Satu lagi film drama Indonesia siap hadir di layar lebar dengan mengusung kisah cinta berlatar era 1990-an. Berjudul Senyum Manies Love Story, film ini diperkenalkan ke publik melalui peluncuran poster dan trailer resmi yang digelar di Senayan City XXI, Jakarta Selatan. Kehadirannya langsung menyita perhatian, terutama karena cerita yang diangkat berasal dari kehidupan nyata dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang kelak menjadi pasangan suami istri: Anies Baswedan dan Fery Farhati.

Peluncuran film Senyum Manies Love Story (Foto. Channelsatu.com)

Disutradarai oleh Ronny Mepet dan ditulis oleh Tissa TS, penulis naskah di balik sejumlah film romansa populer, Senyum Manies Love Story menggabungkan unsur drama dan cinta dengan pendekatan yang hangat dan reflektif. Film ini bukan biopik, melainkan kisah fiksi yang terinspirasi dari perjalanan asmara dua anak muda yang saling menemukan arah hidup bersama.

“Film ini bukan biopik formal. Ini adalah love story tentang dua anak muda yang saling menemukan bukan hanya karena cinta, tapi karena mereka ingin menjadi manusia yang lebih baik bersama,” jelas Ronny Mepet.

- Advertisement -

Film ini mengikuti perjalanan dua mahasiswa UGM yang terhubung oleh nilai-nilai, cita-cita, dan impian bersama. Dalam prosesnya, mereka menghadapi berbagai tantangan—baik dari lingkungan sekitar maupun perbedaan latar belakang—yang justru memperkuat kedekatan mereka. Cinta dalam film ini tidak digambarkan dengan ledakan emosi, melainkan dalam bentuk keheningan dan saling memahami.

M. Fahad Haydra dipercaya memerankan karakter muda Anies Baswedan, sementara Kathy Indera tampil sebagai Fery Farhati. Chemistry keduanya terasa kuat dan alami dalam cuplikan trailer berdurasi dua menit yang sudah dirilis ke publik. Film ini juga memperkenalkan Chelsea Sepyani sebagai Sinta, karakter fiktif yang menambah lapisan emosi dalam narasi.

Secara visual, Senyum Manies Love Story menonjolkan nuansa klasik tahun 90-an, dari busana hingga suasana kampus UGM yang menjadi lokasi utama pengambilan gambar. Warna-warna hangat, pencahayaan lembut, serta musik latar yang menyentuh turut memperkuat pengalaman sinematik yang ditawarkan.

Sutradara Ronny Mepet menyebut tantangan utama dalam produksi adalah menyampaikan dinamika hubungan yang lebih banyak dibangun lewat ekspresi tenang, bukan konflik verbal yang dramatis. “Awalnya kami bayangkan akan banyak adegan emosional. Ternyata, kisah cinta mereka lebih tenang. Bahkan kalau ada konflik, mereka cenderung diam, bukan berdebat,” ungkapnya.

- Advertisement -

Disisipi nilai-nilai tentang persahabatan, keluarga, dan dukungan emosional, Senyum Manies Love Story hadir bukan sekadar sebagai tontonan romantis, tetapi juga sebagai refleksi tentang cinta yang tumbuh bersama. Film ini memberi pesan bahwa hubungan yang sehat adalah tentang saling mendorong satu sama lain menjadi pribadi yang lebih baik.

Diproduseri oleh Beni Pensong dan Andi Azizi, film ini akan mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 12 Juni. Bagi penonton yang rindu akan kisah cinta yang sederhana namun dalam, film ini menjadi pilihan yang patut dinantikan.

 

 

 

 

Redaksihttps://channelsatu.com/
News and Entertainment

Read more

NEWS