Rabu , 4 Agustus 2021
Home / Hot News / Megapolitan / Kewajiban Menggunakan Busana Betawi Setiap Rabu Belum Seluruhnya Dilakukan PNS DKI Jakarta

Kewajiban Menggunakan Busana Betawi Setiap Rabu Belum Seluruhnya Dilakukan PNS DKI Jakarta

 

Jakarta, channelsatu.com: Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI mulai tahun 2013 setiap hari Rabu, diharuskan mengenakan pakaian ala Betawi.

 

Tak terkecuali Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaya Purnama wajib mengenakan busana tersebut.

Tepatnya, untuk kaum perempuan mengenakan kebaya encim lengkap dengan kain panjang berupa rok, sedangkan lelaki mengenakan baju koko bersama sarung yang dikalungkan di leher atau biasa disebut baju sadariah.

Intruksi untuk mengunakan busana ala betawi ini nyatanya seperti  di lingkungan Kompleks Balaikota DKI Jakarta, Rabu (2/1), di hari pertama pelaksanaan, belum semua pegawai yang mengenakan busana tersebut. Bahkan ada juga pegawai yang masih ragu-ragu memakai busana tersebut.

Salah satu staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengaku hari ini belum memakai busana Betawi karena masih masih ragu dengan kebijakan tersebut. “Tadi sih mau pakai. Tapi karena ragu-ragu jadi hari ini pakai seragam seperti biasa saja,” ujarnya seperti yang dikutip berita jakarta.com.

Meski demikian, dia tetap mendukung kebijakan tersebut. “Rabu pekan depan, saya akan pakai busana Betawi ke kantor,” katanya.

Asisten Bidang Pemerintahan DKI Jakarta, Sylviana Murni, menjelaskan mulai tahun ini, semua PNS memang diharuskan menggenakan seragam khas Betawi setiap hari Rabu. Namun untuk tahap awal, pegawai yang belum memakai busana Betawi sebagai seragam kerja tidak akan dikenakan sanksi dan masih diberi toleransi.

“Kalau yang belum punya diberi toleransi. Untuk warna seperti warna pastel, broken white, kuning muda, hijau muda,” terang Sylvi, Rabu (2/1).

 

Asisten Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Mara Oloan Siregar, mengaku, tidak kesulitan mengenakan baju khas Betawi. Sebab dirinya kerap mengenakan pakaian tersebut di berbagai acara di Jakarta.

 

“Tidak masalah kok. Busana ini sederhana. Adem tidak panas dan membuat saya tenang. Saya tidak perlu persiapan khusus untuk membeli busana baru. Pakaian yang sudah ada saja yang dipakai,” tutur Oloan di Balaikota.

 

Ia menilai kebijakan ini harus didukung oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta karena merupakan kebijakan yang positif. Namun untuk menyesuaikannya memang memerlukan waktu. “Saya yakin semuanya akan menyesuaikan diri dengan senang hati. Mayoritas pegawai kita terbiasa mengenakan ini,” ungkapnya. (bj/ch1) Foto: Busana Ala Betawi/Ilustrasi.

 

About ibra

Check Also

Heboh tenaga medis, makan dan minum tanpa melepas APD dan masker. Foto: ist.

Heboh, Makan dan Minum Tanpa Lepas APD, Ini Dia Cara Kreatif Petugas Medis Melakukanya

Jakarta, channelsatu.com: Heboh, ada sebuah video Instagram yang tengah tersebar di media sosial, yang menggambarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *