Penang, Channelsatu.com – Penang, Malaysia, menjadi saksi keakraban dua bangsa serumpun dalam Festival Silang Budaya Indonesia–Malaysia Chapter IV yang digelar pada Minggu (9/11). Festival yang telah memasuki tahun keempat ini mengusung semangat persaudaraan dan diplomasi budaya yang kian kuat melalui seni, tradisi, dan pendidikan lintas negara.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Penang Wanton Saragih bersama Direktur UT Medan Yasir Riady dan Ketua SALUT UT Rika Rahayu hadir langsung menyaksikan bagaimana mahasiswa dari Indonesia dan Malaysia menampilkan kolaborasi seni penuh warna.
Festival yang mengangkat tema “Merajut Persaudaraan Melalui Diplomasi Budaya” menghadirkan beragam penampilan mulai dari tari tradisional, musik etnik, hingga fashion show yang memadukan kekayaan busana nusantara dan Melayu. Setiap gerak tari dan lantunan musik menjadi simbol harmoni dua budaya yang hidup berdampingan.
Dalam sambutannya, Yasir Riady menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam memperkuat diplomasi budaya. “Universitas Terbuka ingin mahasiswa berperan aktif memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada dunia, sekaligus belajar menghargai budaya bangsa lain,” ujarnya.
Kehadiran Wanton Saragih menegaskan dukungan pemerintah terhadap promosi budaya Indonesia di luar negeri. Ia mengapresiasi semangat mahasiswa dan pihak UT yang konsisten menampilkan karya budaya bangsa di berbagai kesempatan internasional.
Mahasiswa dari kedua negara terlihat antusias mengikuti setiap segmen. Mereka tak hanya menampilkan seni tradisional, tetapi juga inovasi digital dengan teknologi modern. Universiti Sains Malaysia dan Tim SALUT Permata Labura turut memperkuat kolaborasi lintas kampus tahun ini.
Penampilan puncak berupa tari kolaboratif menjadi magnet tersendiri. Gerakan dinamis dan kostum khas dari dua negara menggambarkan pesan kuat: budaya mampu menjembatani perbedaan dan mengikat persaudaraan.
Festival Silang Budaya IV bukan hanya acara seni, tetapi juga ruang pertemuan emosional dua bangsa. Melalui musik, gerak, dan tawa, Indonesia dan Malaysia menegaskan bahwa diplomasi budaya adalah bahasa universal yang selalu menghangatkan persahabatan. ich
