Kota Tangerang, Channelsatu.com – Kunjungan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari ke Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah 02 Batuceper pada Kamis petang menghadirkan pesan kuat mengenai pentingnya harmoni antara aparat kepolisian dan lembaga pendidikan berbasis agama. Silaturahmi yang berlangsung pukul 17.00 WIB itu menjadi momentum menegaskan bahwa kerja sama keamanan tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga pada kedekatan dengan para tokoh agama.
Kedatangan Kapolres di Jalan Garuda No. 32, Batujaya, disambut hangat oleh pengasuh dan jajaran pengurus pesantren. Sejak awal, suasana kekeluargaan terasa dominan ketika dialog ringan seputar situasi kamtibmas mengalir di antara rombongan kepolisian dan pihak pesantren. Pertemuan tersebut menekankan pentingnya menjaga ruang belajar yang aman dan kondusif bagi para santri, terutama di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.
Dalam dialognya, Kapolres menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mendorong generasi muda menjadi agen perdamaian. Ia menekankan perlunya kolaborasi lembaga pendidikan agama dan aparat keamanan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini. Pesan ini disambut baik oleh pimpinan pesantren Ustad H. Abdul Rohim, M.Pd., yang menilai kemitraan semacam itu berdampak langsung pada pembinaan karakter santri.
Rombongan Kapolres turut didampingi sejumlah pejabat utama Polres Metro Tangerang Kota, termasuk Kasat Binmas AKBP Rahmad Hariyanto, Ps. Kasat Narkoba Kompol Rihold Sihotang, Kapolsek Batuceper Kompol Gunawan, serta Bhabinkamtibmas Batujaya Aiptu Suharno. Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa sinergi antara Polri dan pesantren bukan hanya seremonial, melainkan kerja sama yang berjalan di berbagai lini operasional.
Pihak pesantren memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah masukan terkait kebutuhan pendampingan edukasi santri dalam bidang keamanan lingkungan. Mereka menilai kegiatan kepolisian yang bersifat preventif, seperti penyuluhan bahaya narkoba dan pembinaan kedisiplinan, sangat penting dilakukan secara berkala agar para santri dapat memahami risiko pergaulan modern.
Kapolres menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi pesantren yang selama ini ikut menjaga kerukunan dan ketertiban masyarakat. Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen hadir tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga dalam pembinaan masyarakat melalui pendekatan humanis. Menurutnya, hubungan yang baik antara aparat dan tokoh agama adalah fondasi penting bagi keamanan Kota Tangerang.
Silaturahmi yang berlangsung sekitar satu jam itu kemudian ditutup dengan doa bersama. Suasana akrab terlihat ketika para pejabat kepolisian berbincang santai dengan pengurus pesantren, menandai hubungan yang telah terjalin erat selama bertahun-tahun. Para santri yang turut menyaksikan kegiatan tersebut tampak antusias dengan kedatangan aparat yang hadir dengan pendekatan ramah dan komunikatif.
Kegiatan itu kembali menegaskan bahwa keharmonisan antara kepolisian dan pesantren dapat menjadi benteng sosial yang kuat dalam menjaga wilayah dari berbagai potensi kerawanan. Kapolres berharap silaturahmi semacam ini dapat terus berkembang menjadi program bersama yang menyasar pendidikan, keamanan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat. ich
