Kota Tangerang, Channelsatu.com – Upaya pencegahan kenakalan remaja kembali diperkuat Polres Metro Tangerang Kota melalui kegiatan mitigasi yang digelar di SMK Yuppentek 1 Kota Tangerang. Dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si, kegiatan ini menyasar ratusan pelajar sebagai langkah preventif untuk menekan tawuran, gangster remaja, hingga penyalahgunaan narkoba yang marak melibatkan siswa.
Kegiatan berlangsung di Jalan Veteran, Babakan, dan dihadiri jajaran pejabat utama Polres, di antaranya Kasihumas AKP Prapto Lasono, Kasi Propam Kompol Toto, serta Wakasat Samapta AKP Edward, bersama perwakilan sekolah yang diwakili guru kesiswaan, Kuswara. Seluruh peserta mengikuti penyuluhan secara interaktif.
Kapolres Jauhari menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya tren kenakalan remaja di Kota Tangerang.
“Fenomena tawuran, narkoba, sampai perang gangster yang banyak terjadi di Kota Tangerang itu didominasi remaja. Ini harus dihentikan. Kami turun langsung ke sekolah supaya adik-adik tidak jadi pelaku atau korban,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya fokus pada pendidikan.
“Tugas kalian adalah sekolah dengan baik. Punya tekad kuat dan jangan mudah terpengaruh ajakan negatif,” ujarnya di hadapan para pelajar.
Kapolres meminta sekolah meningkatkan pengawasan internal.
“Silakan lakukan pengecekan urin jika diperlukan. Jangan sampai sekolah menjadi tempat peredaran narkoba atau miras. Ini tugas bersama,” katanya.
Dalam dialog terbuka, para siswa menanyakan isu narkoba, oknum polisi, sampai mekanisme laporan. Kapolres menjawab secara transparan.
“Setiap laporan wajib kami terima. SP2HP kami kirimkan, dan masyarakat bisa cek perkembangan kasus melalui website Polri. Pengaduan tidak bisa ditutup-tutupi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan respon cepat terhadap laporan darurat.
“Jika ada kejadian kriminal, segera hubungi 110. Kami pasti merespon,” tegasnya.
Program mitigasi ini menjadi langkah berkelanjutan Polres Metro Tangerang Kota untuk menekan angka kenakalan remaja melalui pendekatan dialogis dan edukatif, langsung menyasar para pelajar sebagai kelompok yang paling rentan terlibat. ich
