Kabupaten Tangerang, Channelsatu.com – Dalam menyambut Hari Kartini 2026, Roemah Koffie menghadirkan kampanye bertajuk “Women of Purposeful Light” sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini. Kampanye ini mengangkat filosofi “Habis Gelap Terbitlah Terang” ke dalam narasi kreatif dunia kopi.
Tak sekadar simbolik, kampanye ini menjadi representasi nyata peran barista perempuan dalam mendorong kemajuan industri kopi Indonesia. Roemah Koffie menegaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan pengalaman baru dalam budaya ngopi modern.
Selama bulan April, dua menu signature dihadirkan sebagai bagian dari kampanye ini, yakni “Sunset in Bajo” dari Barista Selection dan “Cocco Cloud” dari Cocco Series. Kedua minuman ini dipilih langsung oleh barista perempuan, Tale dan Nadia, sebagai interpretasi semangat Kartini dalam bentuk rasa.
Tale menjelaskan bahwa pilihannya pada “Sunset in Bajo” bukan tanpa alasan. Minuman ini dinilai mampu merepresentasikan perjalanan dari masa sulit menuju harapan yang lebih cerah.
“Sunset in Bajo ini melambangkan transisi dari masa sulit menuju harapan yang indah. Ada rasa pahit, tapi diakhiri dengan kesegaran yang menyenangkan,” ujar Tale.
Ia menambahkan, racikan coffee mocktail dengan sentuhan bitter syrup dan strawberry menjadi simbol bagaimana perjuangan dapat berbuah keindahan.
“Di tangan kami, rasa pahit itu diubah menjadi sesuatu yang segar dan autentik. Ini esensi dari ‘Out of Darkness, Comes Light’,” tambahnya.
Sementara itu, Nadia menghadirkan “Cocco Cloud” sebagai representasi karakter perempuan Indonesia masa kini yang kuat sekaligus lembut. Perpaduan kopi hitam dengan coconut cream menjadi simbol harmoni tersebut.
“Cocco Cloud menggambarkan perempuan yang kuat dalam prinsip, tapi tetap memiliki kelembutan. Itu yang ingin saya tuangkan dalam minuman ini,” ungkap Nadia.
Marketing Communications Manager Roemah Koffie, Denis Surya, menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan menempatkan barista perempuan sebagai sosok inspiratif di balik secangkir kopi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa barista perempuan adalah ‘cahaya’ yang mampu mengubah biji kopi menjadi inspirasi. Sosok seperti Tale dan Nadia adalah representasi nyata semangat Kartini masa kini,” kata Denis.
Selain menghadirkan menu spesial, kampanye ini juga diperkuat melalui program edukasi dari Roemah Koffie Academy. Dalam kelas “Introduction to Coffee”, pengajar Rere mengajak peserta memahami kopi dari teori hingga praktik cupping.
Rere dinilai sebagai sosok yang merepresentasikan kepemimpinan perempuan dalam dunia edukasi kopi. Kehadirannya menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan industri ini.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Roemah Koffie Academy juga memberikan diskon pendaftaran sebesar 21 persen khusus bagi perempuan selama bulan April, terinspirasi dari tanggal kelahiran Kartini.
“Melalui program ini, kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi perempuan untuk mendalami kopi secara profesional. Harapannya, semakin banyak ‘Kartini masa kini’ yang tumbuh dan bercahaya,” tutup Denis. ich
