Jumat Berkah Jurnalis di Babelan: Antara Kangkung, Doa, dan Harapan

Share

Kabupaten Bekasi, Channelsatu.com – Di tengah hiruk-pikuk wilayah urban seperti Babelan, Kabupaten Bekasi, program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) tetap konsisten menjadi ruang berbagi yang bermakna. Pada pekan ke-32, Jumat 11 Juli 2025, tim PJBW kembali menebar kepedulian dengan mendistribusikan 125 nasi boks dan air mineral ke masjid, petani sayuran, hingga pemulung. Aksi ini menunjukkan bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan kabar, tapi juga bisa hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Komunitas petani sayur di Babelan menjadi penerima manfaat utama dalam agenda kali ini. Mereka yang sejak lama bertahan hidup dengan menggarap lahan sewaan dan menanam kangkung, bayam, atau sawi, terus berjuang dalam keterbatasan. Seperti Pak Amir, yang mengolah lahan kosong di kawasan Perumahan Villa Gading Harapan bersama keluarga. Meski statusnya hanya sebagai penyewa, semangatnya tak pernah padam demi menyambung hidup.

Kondisi serupa dialami Pak Dani dan Ibu Masnah. Mereka bahkan membayar pajak tanah sendiri setiap tahun demi mempertahankan ladang sewa tempat mereka menanam. Pilihan tanaman yang cepat panen seperti bayam dan kangkung menjadi solusi agar bisa mendapatkan pemasukan setiap hari. Dari hasil kecil itu, sebagian disisihkan untuk ditabung, sisanya untuk biaya hidup harian.

- Advertisement -

Ada pula Bang Makmum, buruh tani yang membantu kerabat menanam bayam. Hidup dari hasil panen, ia kerap harus berutang terlebih dulu sebelum panen tiba. Kisah-kisah seperti ini menjadi potret perjuangan warga urban kelas bawah yang nyaris tak tersentuh kebijakan publik, namun tetap bertahan dengan cara mereka sendiri.

Kehadiran tim PJBW membawa angin segar. Tak hanya sekadar memberi nasi boks, tapi juga menunjukkan bahwa empati bisa diwujudkan dalam bentuk sederhana. Para petani dan buruh tani menyambut dengan ramah. “Kami senang kalau Jumat ada yang datang seperti ini, sangat membantu,” ujar Pak Dani.

Selain ke petani, bantuan juga disalurkan ke kalangan lainnya. Ada Ibu Sanah dan Atika, pemulung ibu-anak yang keliling jalanan mencari barang bekas, serta Pak Wasto dan Pak Wasro, yang hidup dari berjualan ketoprak dan aktivitas PMKS. Bantuan ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras yang seringkali luput dari perhatian masyarakat luas.

Salah satu sosok menarik adalah Ibu Aminah, pedagang jamu keliling yang masih menggunakan sepeda ontel. Dengan semangat yang tak kalah dari anak muda, ia menyusuri gang-gang sempit di Babelan. “Sehari bisa dapat Rp100 ribu, kadang lebih kalau ramai,” katanya. Kehidupan seperti inilah yang jarang tampil di permukaan, namun tetap menjadi wajah asli dari kota-kota penyangga seperti Bekasi.

- Advertisement -

Penyaluran terakhir dilakukan di Masjid Jami Al-Ikhlas, RW 025 Perumahan VGH, Babelan. Sebanyak 80 nasi boks dan air mineral dibagikan ke jamaah usai salat Jumat. PJBW tak hanya menyentuh sisi sosial, tapi juga mempererat ikatan spiritual melalui kegiatan yang menyatu dengan kehidupan warga. Dalam diam, kebaikan terus bergerak melalui tangan-tangan jurnalis yang memilih turun ke jalan, bukan hanya di ruang redaksi. ich

Read more

NEWS