Jakarta World Cinema 2025: Tontonan, Inspirasi, dan Perayaan Sinema

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Festival film internasional Jakarta World Cinema (JWC) 2025 hadir dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 185 film dari 66 negara siap diputar, termasuk 155 film panjang dan 30 film pendek. Penonton bisa menikmatinya secara streaming di KlikFilm mulai 4 September hingga 4 Oktober, serta di bioskop CGV Grand Indonesia pada 27 September sampai 4 Oktober.

Kehadiran film pembuka “Sentimental Value” garapan Joachim Trier dan film penutup “It Was Just an Accident” karya sineas Iran Jafar Panahi menjadi sorotan utama. Kedua karya ini mewakili tradisi panjang film berkualitas dunia sekaligus memberi warna beragam dalam perjalanan festival.

Direktur Eksekutif JWC, Frederica, mengatakan tahun ini pihaknya ingin menghadirkan keragaman suara, baik dari maestro yang sudah diakui maupun talenta baru yang penuh terobosan. Baginya, film mampu menjadi medium yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menantang cara pandang sekaligus menyatukan masyarakat.

- Advertisement -

Sutradara kenamaan Indonesia, Joko Anwar, menyambut dengan penuh antusias. Ia menyebut JWC sebagai wadah yang menghadirkan film-film unggulan dari festival besar dunia. Bagi pecinta film maupun calon filmmaker, kesempatan menyaksikan kurasi film semacam ini adalah pengalaman berharga yang sulit didapatkan di luar festival.

Tahun lalu, Joko menonton hingga 35 judul film di JWC, membuktikan konsistensi festival ini dalam menyajikan tontonan berkualitas. Ia mengaku tidak memilih-milih film karena yakin semua yang ditampilkan memiliki nilai artistik dan pesan yang kuat. Pengalaman itu menurutnya justru memperluas wawasan perfilman.

Tahun ini, Joko juga dipercaya menjadi juri kompetisi film pendek bersama Alim Sudio, Aditya Ahmad, dan Asmara Abigail. Dengan 30 film finalis yang masuk, kompetisi ini diharapkan melahirkan karya baru yang berani dan relevan.

Menurut Joko, film-film pendek yang diputar tidak hanya menawarkan gagasan segar, tetapi juga merefleksikan realitas sosial Indonesia. Hal ini memperlihatkan betapa film pendek dapat berfungsi sebagai cermin masyarakat sekaligus alat kritik sosial.

- Advertisement -

Dengan format hybrid, jajaran film internasional, hingga keterlibatan tokoh perfilman nasional, JWC 2025 menjadi festival yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerdaskan penontonnya. Kehadirannya di Jakarta menegaskan peran penting Indonesia dalam peta festival film dunia. ich

Read more

NEWS