Bali, Channelsatu.com – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana, PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality, anggota PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, menyalurkan bantuan sosial kepada korban banjir di Provinsi Bali. Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata solidaritas sektor pariwisata nasional dalam membantu pemulihan masyarakat sekaligus memperkuat nilai gotong royong antar pemangku kepentingan.
Bantuan diberikan di dua titik utama terdampak, yakni Kampung Jawa, Dauh Puri, Denpasar, serta Banjar Batannyuh, Pemecutan Klod. Penyerahan diawali dengan peninjauan langsung ke rumah warga yang tergenang banjir, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan ratusan paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya secara simbolis kepada warga serta perwakilan desa setempat.
Total, InJourney Group menyalurkan 712 paket sembako, 50 selimut, 50 matras, 34 rice cooker, dan peralatan makan. Seluruh bantuan berasal dari kontribusi kolektif InJourney bersama anak perusahaan, yakni InJourney Airports, InJourney Aviation Services, InJourney Hospitality, InJourney Destination Management, dan InJourney Tourism Development Corporation.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menegaskan pihaknya ingin hadir langsung untuk meringankan beban masyarakat. “InJourney menyampaikan keprihatinan sekaligus belasungkawa atas korban banjir Bali. Melalui bantuan ini kami berharap kondisi segera normal, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dan Bali tetap menjadi destinasi pariwisata kebanggaan Indonesia,” ungkap Herdy.
Penyaluran bantuan berlangsung bertahap sejak 12 hingga 18 September 2025 di berbagai titik terdampak seperti Desa Kesambiang, Desa Dalung, Pasar Badung, Desa Kesambi, Banjar Tohpati, Banjar Kesiman Kertalangu, hingga Kampung Jawa Dauh Puri dan Banjar Batannyuh. Aksi ini turut dihadiri jajaran direksi InJourney Group, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan perwakilan ITDC.
Selain bantuan umum, InJourney Hospitality juga menyalurkan 80 paket tambahan khusus bagi karyawan dan masyarakat sekitar yang terdampak. Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menegaskan bahwa tanggung jawab sosial menjadi bagian integral perusahaan. “Sebagai perusahaan perhotelan, kami percaya keberlangsungan pariwisata tidak lepas dari ketahanan sosial. Karena itu, kami berkomitmen hadir mendukung masyarakat untuk mempercepat pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Christine menambahkan, upaya tersebut dilandasi semangat kolaborasi berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, gotong royong harus menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan industri, tetapi juga masyarakat luas.
Melalui langkah ini, InJourney tidak sekadar menyalurkan bantuan, melainkan juga mengirim pesan bahwa industri pariwisata memiliki tanggung jawab sosial besar. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diyakini dapat memperkuat solidaritas, mempercepat pemulihan, dan memastikan Bali tetap tegak sebagai destinasi unggulan Indonesia di mata dunia. ich
