IFG Life Tekankan Pentingnya Proteksi di Setiap Fase Kehidupan di Tengah Kenaikan Risiko Finansial

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Meski perekonomian Indonesia tumbuh solid di angka **5,12% (YoY)** pada kuartal II 2025, ketimpangan finansial dan beban hidup generasi muda terus membayangi. Riset **DataIndonesia** mencatat 46,3% Gen Z tergolong sebagai **generasi sandwich**, menanggung kebutuhan diri sekaligus keluarga. Sementara itu, biaya pendidikan meningkat dan inflasi medis diproyeksi mencapai **13,6% pada 2025**, jauh di atas rata-rata global.

Melihat fenomena ini, **PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life)** menekankan bahwa proteksi finansial harus dipandang sebagai kebutuhan dasar, bukan pilihan sekunder. Menurut **Direktur Bisnis Individu IFG Life, Fabiola Noralita**, masyarakat perlu memahami bahwa risiko bisa datang kapan saja — mulai dari penyakit kritis, kecelakaan, hingga kehilangan penghasilan. “Proteksi adalah bentuk kesiapan, bukan reaksi setelah musibah terjadi,” ujarnya.

IFG Life memperkenalkan pendekatan proteksi berdasarkan **lima fase kehidupan**, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiap tahap perjalanan finansial. Fase pertama dimulai dari masa **single**, di mana risiko aktivitas tinggi dan gaya hidup aktif membutuhkan perlindungan terjangkau seperti **IFG LifeSAVER**.

- Advertisement -

Memasuki fase **memulai karier**, kebutuhan finansial meningkat seiring munculnya pengeluaran tak terduga. Produk seperti **IFG LifeCHOICE** hadir memberikan perlindungan terhadap risiko penyakit kritis dengan nilai tambah berupa pengembalian premi bila tidak ada klaim. Hal ini menjadi solusi bagi generasi produktif yang ingin menjaga kestabilan keuangan tanpa kehilangan fleksibilitas.

Pada fase **menikah dan memiliki anak**, tanggung jawab finansial meningkat drastis. IFG Life menilai pentingnya perlindungan jiwa dan kesehatan keluarga melalui produk seperti **IFG LifeCOVER**, yang menawarkan fleksibilitas masa perlindungan sesuai kebutuhan keluarga. Dengan demikian, perencanaan masa depan seperti pendidikan anak dan pembelian rumah dapat berjalan aman meski risiko tak terduga terjadi.

Sementara di fase **usia lanjut**, risiko penyakit kronis meningkat tajam. Tanpa proteksi yang disiapkan sejak muda, biaya medis yang melonjak bisa menjadi beban berat bagi keluarga. Data OJK mencatat **inflasi medis Indonesia mencapai 10,1% pada 2024**, dan trennya terus meningkat. Karena itu, IFG Life menegaskan pentingnya memulai proteksi sejak usia produktif agar risiko dapat dikendalikan.

Fabiola menuturkan bahwa asuransi tidak hanya melindungi dari kerugian ekonomi, tetapi juga memberi **ketenangan batin** dalam menghadapi ketidakpastian hidup. “Mulai dari single hingga hari tua, asuransi membantu kita tetap fokus pada rencana hidup tanpa takut pada risiko,” ujarnya.

- Advertisement -

Dengan meningkatnya kesadaran proteksi, IFG Life berharap masyarakat dapat melihat asuransi sebagai bagian dari gaya hidup cerdas finansial. Proteksi bukan lagi sekadar kontrak polis, tetapi langkah konkret menuju kesejahteraan jangka panjang. ich

Read more

NEWS