Tangsel, Channelsatu.com – Peluncuran PT Bandar Pohon Indonesia oleh pengusaha Hizrah Maulana tidak hanya menjadi momentum bisnis, tetapi juga sarana menyampaikan kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.
Dalam paparannya di hadapan para tamu undangan, Hizrah menyampaikan bahwa ide mendirikan perusahaan tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap kerusakan ekosistem yang semakin terlihat, terutama sejak masa pandemi COVID-19.
“Semua ini berawal dari keprihatinan kita. Saat COVID-19 banyak orang meninggal dan kesulitan bernapas. Itu menjadi pengingat bahwa manusia harus mengoreksi diri terhadap kondisi ekosistem,” ujar Hizrah.
Menurutnya, keseimbangan alam saat ini mulai terganggu karena empat unsur penting kehidupan, yaitu kesuburan tanah, hutan penghijauan, air, dan udara semakin terancam.
Ia juga menyoroti fenomena betonisasi yang membuat tanah kehilangan daya resap air dan kesuburan.
“Sekarang hampir tidak ada tanah yang benar-benar subur. Semuanya dibetonisasi, hutan ditebang untuk properti, resapan air hilang,” jelasnya.
Hizrah menilai kondisi tersebut turut memicu meningkatnya bencana alam seperti banjir dan longsor.
Selain itu, ia juga menyoroti meningkatnya polusi udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat, salah satunya meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Sebagai masukan, ia mengajak masyarakat mulai menerapkan konsep pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
“Kalau kita ingin lingkungan kembali sehat, rumah dan kawasan perkotaan harus menyediakan ruang hijau dan tidak semuanya dibeton,” ujarnya.
Melalui PT Bandar Pohon Indonesia, Hizrah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem dapat meningkat.ich
