Jakarta, Channelsatu.com – Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional, para pelaku industri perfilman menggelar dialog interaktif yang membahas berbagai isu penting, termasuk standarisasi jam kerja.
Selain pembahasan mengenai BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK), dialog ini juga menyoroti pentingnya regulasi jam kerja yang lebih manusiawi bagi aktor dan kru film.
Diharapkan, dengan adanya standarisasi jam kerja, tidak hanya kesejahteraan pekerja film yang meningkat, tetapi juga efisiensi produksi dan kualitas film.
Dialog ini menjadi wadah bagi perwakilan pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri film untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama.
Parfi 56, sebagai perwakilan aktor, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak pekerja film, termasuk jam kerja yang layak.
Selain itu, Parfi 56 juga mengumumkan keterlibatannya dalam Global Audiovisual Alliance (GAFA), organisasi internasional yang memperjuangkan hak royalti pekerja film.
Langkah ini menunjukkan komitmen insan perfilman Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme dan perlindungan hukum bagi para pelaku industri.
Melalui sinergi antara aktor, asosiasi, dan pemerintah, diharapkan industri perfilman Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para pekerjanya. ich
