Kota Tangerang, Channelsatu.com – Di tengah dominasi abon sapi sebagai lauk pelengkap, GUMARA atau Gurih Manis Rasanya menawarkan cita rasa berbeda lewat abon lele dan ayam yang diproduksi secara rumahan dari Kota Tangerang. Usaha ini dirintis oleh Titin Yuniarsih sejak 2019 sebagai langkah alternatif untuk membantu perekonomian keluarga pasca sang suami pensiun.
Berawal dari menjual abon ikan tongkol kepada tetangga, Titin kemudian beralih ke lele dan ayam karena bahan bakunya lebih mudah didapat dan lebih disukai konsumen. Produk abon kreasinya langsung mendapat sambutan positif berkat rasa khas serta bahan-bahan alami yang digunakan.
“Awalnya saya coba jualan abon ikan tongkol, tapi kemudian beralih ke lele dan ayam karena lebih mudah bahan bakunya dan banyak peminatnya,” jelas Titin. Ia menekankan bahwa proses produksi masih dilakukan secara tradisional dan higienis demi menjaga kualitas.
Untuk menghasilkan 10 bungkus abon lele, dibutuhkan sekitar 3,5 kilogram lele segar, sedangkan abon ayam memerlukan 2,5 kilogram daging ayam. Setiap bungkus memiliki berat bersih 100 gram dan dijual seharga Rp 30 ribu. Meski tanpa bahan pengawet, produk ini dapat bertahan hingga tiga bulan dalam suhu ruang.
Selain abon, GUMARA juga mulai memasarkan sambal khas rumahan seperti sambal teri dan sambal terasi yang dibanderol Rp 15 ribu per bungkus. Produk ini menjadi pelengkap sempurna untuk berbagai menu rumahan yang praktis dan menggugah selera.
Bagi yang tertarik menikmati kelezatan produk olahan GUMARA, dapat langsung menghubungi via WhatsApp di 0821-2446-1443 atau melalui akun Instagram @gumara.md. Kehadiran UMKM seperti GUMARA menjadi bukti bahwa Kota Tangerang terus melahirkan inovasi pangan lokal yang layak diapresiasi dan didukung bersama. ich
