GIGI Kembali Mengudara Lewat Album ‘Forever In The Air’, Bukti Eksistensi 31 Tahun di Musik Indonesia

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Setelah satu dekade tanpa rilisan baru, band legendaris **GIGI** kembali menghidupkan semangat bermusik mereka melalui album ke-25 bertajuk **“Forever In The Air”**. Album ini menjadi simbol perjalanan panjang band yang digawangi **Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy** dalam mempertahankan eksistensinya di industri musik Tanah Air selama lebih dari 31 tahun.

Dirilis setelah dua single pembuka, **“Menari-menari”** dan **“Semua Kan Terjawab”**, album ini menghadirkan sembilan lagu baru dengan aransemen yang matang dan segar. GIGI menyebut setiap lagu lahir dari refleksi cerita dan keresahan personal mereka berempat. “Ini bukan sekadar album, tapi bentuk doa dan perjalanan hidup kami,” ungkap Armand Maulana dalam keterangan resminya.

Menariknya, seluruh proses rekaman dilakukan di **Power Station at Berklee NYC**, studio legendaris tempat musisi dunia seperti **Madonna, Bruno Mars, Lady Gaga, Paul McCartney, hingga John Mayer** pernah melahirkan karya terbaik mereka. GIGI menganggap lokasi ini bukan hanya tempat rekaman, tapi ruang bersejarah yang memberi energi emosional tersendiri bagi album tersebut.

- Advertisement -

Dalam proses kreatifnya, GIGI memilih kembali menggunakan **rekaman berbasis pita analog**. Langkah ini dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi digital sekaligus untuk menghasilkan nuansa organik dan karakter suara yang lebih hangat. “Setiap bunyi dari pita membawa jiwa dan dinamika yang tak bisa digantikan oleh digital,” ujar Dewa Budjana.

Metode **workshop** juga kembali diterapkan untuk menyatukan ide dan visi musik keempat personel. Cara ini, menurut Thomas Ramdhan, menjadi medium paling efektif dalam membangun kesatuan rasa dan energi di setiap lagu. GIGI menganggap proses ini sebagai bentuk kembalinya mereka ke akar penciptaan yang jujur dan intuitif.

Album *Forever In The Air* tak hanya bicara soal musik, tetapi juga tentang **komitmen dan perjalanan spiritual**. Lagu andalan **“Don’t Stop”** menjadi representasi semangat band ini untuk terus bertahan, percaya, dan berusaha dalam industri musik yang terus berubah. Mereka berharap musiknya tetap “mengudara” di hati pendengar, sebagaimana udara yang tak terlihat tapi selalu ada.

Tak berhenti di audio, GIGI juga menyiapkan video musik yang memvisualisasikan perjalanan hidup seseorang dalam mencapai tujuan, menghadapi tantangan, dan menemukan makna perjuangan. Visual tersebut menjadi simbol perjalanan panjang band ini dalam menjaga konsistensi dan cinta terhadap karya.

- Advertisement -

Melalui album *Forever In The Air*, GIGI menegaskan bahwa mereka bukan hanya legenda, tetapi ikon abadi yang terus terbang tinggi di langit musik Indonesia. ich

Read more

NEWS