Jakarta, Channelsatu.com – Tak banyak yang tahu, rahasia di balik kesegaran lagu *Ga Romantis* versi 2025 ternyata ada pada kehadiran musisi muda berbakat, Nissan Fortz. LYLA menggandeng Nissan untuk mengisi instrumen banjo yang kini menjadi elemen paling mencolok dalam aransemen barunya.
Menurut Dharma, sang kibordis, keberadaan banjo justru menjadi potongan yang selama ini hilang. “Versi sebelumnya terasa ada yang kurang, tapi di versi ini, berkat banjo dari Nissan Fortz, lagu ini terasa lengkap dan lebih hidup,” ujarnya.
Pilihan LYLA menggandeng musisi lintas generasi ini terbukti berhasil menghadirkan suasana yang lebih segar tanpa menghilangkan esensi lagu aslinya. Ario Setiawan juga menilai kehadiran instrumen banjo membuat *Ga Romantis* terdengar lebih organik dan manis di telinga.
Dengan perpaduan elemen klasik dan modern, LYLA menunjukkan kematangan musikal mereka. Aransemen baru yang disusun tetap mempertahankan harmoni asli karya Indra Sinaga, vokalis pertama LYLA yang menulis lagu ini pada 2014.
Band ini mengakui, proses pembuatan ulang lagu tersebut bukan sekadar nostalgia, tapi bentuk penghormatan terhadap karya lama yang masih relevan hingga kini. “Kami nggak mau ubah karakter lagu. Cukup memperbaiki dari sisi sound dan feel biar lebih sesuai dengan selera zaman,” tambah Fare.
Nuansa baru ini membuat lagu *Ga Romantis* terasa lebih hangat, akustik, dan mengalun lembut tanpa kehilangan daya tariknya. Banyak pendengar mengaku versi ini lebih menenangkan dan bisa dinikmati di segala suasana.
Kehadiran banjo dari Nissan Fortz justru menjadi simbol penyatuan dua era musik — antara kehangatan pop 2000-an dan sentuhan modern 2025. “Kami ingin pendengar lama tetap bisa bernostalgia, tapi generasi baru juga merasa relate,” tutup Dharma.
Kini, *Ga Romantis* bukan sekadar lagu lama yang dihidupkan kembali, tapi karya yang menemukan bentuk terbaiknya setelah sepuluh tahun lebih menunggu.
