Kamis , 21 Oktober 2021
Home / Showbiz / Film, Musik, TV / Film Marmut Merah Jambu, Serunya Ngebahas Masa-Masa SMA

Film Marmut Merah Jambu, Serunya Ngebahas Masa-Masa SMA

Jakarta, channelsatu.com:Marmut Merah Jambu adalah buku ke-3 dari Raditya Dika yang diangkat jadi film oleh Starvision. Uniknya, apabila ‘Cinta Brontosaurus’ dan diteruskan ‘Manusia Setengah Salmon’ berkisah tentang Raditya Dika dewasa, dalam Marmut Merah Jambu dimensi ceritera menjadi lebih luas karena Dika bukan saja di masa kini, tetapi juga saat SMA.

 

Buku Marmut Merah Jambu adalah karya Raditya Dika yang paling laris, kisah cinta SMA saat mencintai secara diam-diam yang tentunya pernah dialami setiap orang, dan upaya siswa cupu untuk eksis di sekolahnya.Tak cuma soal siswa cupu, intinya serunya deh filmnya karena ngebahas masa-masa SMA.

“Bekerja bareng Raditya Dika, adalah pengalaman menyenangkan, ibarat aktifitas ‘bermain bareng-bareng’, istilah yang selalu dipakai Dika dan 100% benar. Motto ini yang saya suka dari dia dan hasilnya film ini memang jadi wajib ditonton buat remaja dan juga mungkin yang ingin bernostalgia saat masih SMA dulu,” tutur Chan Parwez Servia orang nomor satu di Starvision.

 

“tentu kian lengkaplah mood hiburan dalam film Marmut Merah Jambu, sebagai karya film perdananya yang menggelitik dan romatik khas Raditya Dika. Pengalaman Raditya Dika dan keinginan belajarnya yang luar biasa di dua film sebelumnya, membuatnya benar-benar siap melengkapi posisi sebagai sutradara,” puji Parwez.

 

“Menariknya lagi Marmut Merah Jambu secara khusus beredar pada tanggal yang sama dengan ‘Cinta Brontosaurus’ setahun lalu. Jadi bersiaplah untuk tertawa bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Karena Marmut Merah Jambu akan lepas kandang, dan main di bioskop, mulai hari ini atau tepatnya 8 Mei 2014,” ujar Parwez mengajak masyarakat untuk menyaksikan produksi terbarunya.

 

“Berkat bantuan banyak orang yang terlibat, bagi saya film Marmut Merah Jambu adalah debut yang membanggakan. Semua kegelisahan saya tentang cinta pertama di SMA tertuang dengan baik di dalam film ini. Harapan saya sederhana: Ketika film ini selesai dan lampu bioskop dinyalakan, saya ingin penonton menelpon cinta pertamanya di SMA dan bertanya “apa kabar?,” timpal Raditya ringan.

 

Sinopsis

 

Suatu hari Dika (Raditya Dika), seorang pemuda yang canggung, datang ke rumah Ina (Anjani Dina), cinta pertamanya sewaktu SMA. Dika datang membawa seribu origami burung bangau di tangan kanannya, dan undangan pernikahan Ina di tangan kirinya. Besok, Ina akan menikah.

 

Kedatangan Dika diterima oleh Bapak Ina (Tio Pakusadewo) yang galak. Bapak Ina curiga kedatangan Dika untuk kasus “cinta lama yang belum selesai” dan berpikir bahwa Dika ingin menggagalkan pernikahan anaknya. Agar tidak diusir, Dika menceritakan maksud sebenarnya membawa origami tersebut, yang sesungguhnya jauh dari tuduhan Bapak Ina.

 

Seiring dengan Dika bercerita, kita melihat masa lalu Dika (Christoffer Nelwan) secara visual. Dika memulai cerita dengan  menjelaskan bahwa di SMA dulu, dia berteman akrab dengan Bertus (Julian Liberty), sahabatnya yang tidak kalah cemen. Pada masa ini, Dika SMA jatuh cinta diam-diam kepada Ina. Sedangkan Bertus, punya target gebetannya sendiri. Baik Dika dan Bertus sama-sama sadar, untuk mendapatkan cewek di sekolah, mereka harus populer.

 

Usaha untuk populer ini berakhir pada Dika dan Bertus membuat grup detektif bersama Cindy (Sonya Pandarmawan) yang nyentrik. Bertiga, mereka menyelesaikan kasus-kasus absurd yang terjadi di sekolahnya. Dimulai misteri hilangnya bola basket guru olahraga hingga ke misteri surat ancaman ketua OSIS. Semakin banyak kasus yang mereka selesaikan oleh grup detektif ngawur ini, semakin dekat Dika dengan tujuan akhirnya: jadian sama Ina.

 

Namun, sebelum Dika bisa jadian dengan cinta pertamanya, dia harus memilih antara persahabatannya dengan Bertus dan Cindy dengan kisah cintanya. Dika juga harus lebih populer dari  cowok gebetan Ina, yaitu Michael (Axel Matthew Thomas), cowok idola yang berambut wangi dan vegetarian.

 

Di masa sekarang, semakin Dika bercerita tentang masa lalunya, semakin Bapak Ina tertarik untuk mendengarkannya hingga selesai. Hubungan mereka pun semakin cair. Lalu, seiring dengan Dika bercerita, seiring itu pula dia sadar: ada yang belum selesai dari masa lalunya. Seiring itu pula dia bertanya: benarkah cinta pertama tidak akan kemana-mana?

 

Dika kembali menghubungi Bertus (Mohammed Kamga) yang kini berbeda dari dulu, mereka harus memecahkan satu-satunya kasus yang belum mereka selesaikan: ‘ancaman untuk kepala sekolah’, untuk itu Dika harus bertemu dengan Cindy (Franda).

 

Berhasilkah Dika mengungkap misteri kasus, sekaligus cintanya? (ibra)

About ibra

Check Also

Suasana prescon launching film DVD Shaun The Sheep The Movie: Farmageddon. Foto: DSP.

Dari Meulaboh Sampai Papua, DVD Film Shaun The Sheep The Move: Farmageddon Sudah Hadir di CFC

Jakarta, channelsatu.com: Sequel terbaru dari film Shaun The Sheep, dengan judul : Shaun The Sheep …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *