Fadhilah Intan Beri Nafas Baru untuk Lagu “Kepada Hati”

Share

Jakarta, Channelsatu.com – “Kepada Hati” kembali menyapa pendengar, namun kali ini dengan warna yang jauh lebih lembut dan feminin melalui interpretasi baru dari Fadhilah Intan. Lagu yang sebelumnya dikenal dengan kekuatan vokal maskulin Cakra Khan tersebut kini berubah menjadi balada yang lebih tenang, seperti seseorang yang berbicara kepada dirinya sendiri. Versi terbaru ini juga menjadi soundtrack utama sinetron “Bunga Mawar Terindah”, memperkuat lapisan emosional dalam setiap adegan.

Meski pengerjaannya hanya berlangsung satu minggu, aransemen baru ini meninggalkan kesan mendalam. Ada rasa seperti membuka kembali surat lama yang selama ini disimpan, namun kini dibaca dengan keberanian yang lebih dewasa. Fadhilah membawa pendekatan yang tak melebih-lebihkan, tetapi justru mengajak pendengar kembali merasakan kejujuran yang pelan-pelan menampar.

Produser Ade Govinda menegaskan sejak awal bahwa karakter vokal Fadhilah adalah alasan utama mengapa versi baru ini layak dibuat. “Lagu ‘Kepada Hati’ itu kuat sekali. Fadhilah memberi cahaya yang berbeda, tapi tetap menjaga ruhnya,” ujarnya. Keyakinan tersebut memberi ruang bagi Fadhilah untuk menjelajahi sisi emosional lagunya sendiri.

- Advertisement -

Bagi Fadhilah, kesempatan menggarap lagu ini menjadi pengalaman yang terasa lebih personal daripada sekadar proyek musik. Ia menyebutnya sebagai pintu yang akhirnya terbuka setelah lama menunggu. “Ini lagu yang sudah lama aku idamkan. Ketika akhirnya dipercaya kak Ade… rasanya sulit dijelaskan. Seperti menemukan kembali bagian diriku,” katanya. Pengakuan itu memperlihatkan betapa dalamnya ikatan emosional yang ia bangun bersama lagu tersebut.

Reff menjadi bagian favorit sekaligus ruang paling jujur bagi Fadhilah. Di versi barunya, reff tidak lagi meledak, melainkan bergerak dengan kehalusan yang mengajak pendengar berdamai dengan luka. Rasa sakit di lagu ini tidak mengancam, tetapi menguatkan—seperti perih yang akhirnya membuat seseorang belajar memahami dirinya lebih baik.

Keterlibatan lagu ini sebagai OST “Bunga Mawar Terindah” menambah relevansinya bagi penonton. Musiknya mengikat adegan demi adegan, terutama momen-momen dengan tema luka, cinta, dan penerimaan. Lagu ini tidak hanya mengisi ruang, tetapi mengarahkan emosi penonton untuk larut lebih dalam ke perjalanan karakter utamanya.

Versi perempuan “Kepada Hati” ini menunjukkan bagaimana sebuah lagu bisa tumbuh kembali ketika ditempatkan di tangan yang tepat. Fadhilah Intan tidak hanya mengulang apa yang sudah ada, tetapi memberi kehidupan baru tanpa menghilangkan identitas aslinya. Lagu ini menjadi perjalanan emosional baru bagi pendengar lama maupun baru, menghadirkan rasa manis, tenang, sekaligus menyisakan perih yang hangat.

- Advertisement -

Dengan kehadiran versi baru ini, perjalanan “Kepada Hati” memasuki babak baru dalam dunia musik Indonesia. Lagu yang dulu dikenal lewat suara penuh tenaga kini bergerak lebih pelan namun justru lebih dalam, membuktikan bahwa setiap karya memiliki ruang untuk tumbuh dan kembali dicintai dalam bentuk yang berbeda.

Read more

NEWS