Ericsson Bangkitkan Semangat Inovasi Generasi Muda di Hacking Day – Hackathon 2025

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Ruang utama Gedung PIDI 4.0 Jakarta pada Rabu malam (12/11/2025) tampak dipenuhi energi muda yang membara. Ericsson (NASDAQ: ERIC), berkolaborasi dengan Qualcomm, Komdigi, dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), resmi menggelar Hacking Day – Hackathon 2025, ajang adu ide dan teknologi yang menantang generasi muda Indonesia untuk berinovasi lewat kecerdasan buatan (AI) dan teknologi 5G. Sebanyak 30 tim terbaik dari seluruh Indonesia terpilih untuk mengikuti sesi karantina intensif selama 24 jam, di mana mereka ditantang mengembangkan prototype inovatif yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Para peserta datang dari latar belakang beragam — mulai dari mahasiswa teknik, pengembang startup, hingga profesional muda di bidang teknologi digital. Mereka mengikuti proses mentoring eksklusif bersama para pakar berpengalaman yang membimbing bagaimana ide bisa diwujudkan menjadi solusi konkret. “Hacking Day menjadi wadah bagi talenta muda untuk mengeksplorasi potensi 5G dan AI dalam menjawab tantangan nyata di berbagai sektor,” ujar Stanislaus Bawono, Head of Network Solutions Ericsson South East Asia.

Berbagai proyek inovatif pun lahir dari kreativitas para peserta. Salah satu yang menarik perhatian adalah pengembangan digital twin untuk meningkatkan efisiensi di sektor manufaktur, serta sistem energi surya pintar berbasis integrasi 5G, IoT, dan AI. Ada pula ide cemerlang mengenai sistem pengendali lalu lintas berbasis AI yang diklaim dapat membantu mengurai kemacetan dan membuat transportasi perkotaan lebih efisien. Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan betapa cepat generasi muda Indonesia beradaptasi dengan ekosistem teknologi global.

- Advertisement -

Ericsson menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan investasi masa depan dalam membangun ekosistem talenta digital Indonesia. Dengan menggandeng mitra strategis seperti Qualcomm dan Komdigi, perusahaan ini ingin memperkuat kolaborasi antara industri, akademisi, dan komunitas teknologi demi percepatan transformasi digital nasional. “Kami percaya bahwa inovasi terbaik lahir dari kolaborasi antara teknologi dan semangat generasi muda,” tambah Stanislaus.

Kegiatan Hackathon 2025 juga menjadi momentum penting untuk memperkuat visi besar Indonesia Digital 2045, di mana teknologi 5G dan AI menjadi fondasi dalam mendorong ekonomi berbasis inovasi. Ericsson menempatkan diri sebagai katalis utama dalam menumbuhkan kultur riset dan eksperimen di kalangan anak muda.

Selain bimbingan teknis, para peserta juga mendapatkan sesi inspiratif dari praktisi startup dan pelaku industri kreatif. Mereka diajak memahami cara membangun produk yang berorientasi solusi sekaligus memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan. “Inovasi bukan hanya tentang ide, tapi tentang keberanian untuk mencoba, gagal, dan mencoba lagi,” ujar salah satu mentor yang juga merupakan pengembang AI senior.

Ajang ini akan berakhir dengan pengumuman pemenang pada 14 November 2025, di mana total hadiah senilai Rp190 juta akan diberikan kepada tim-tim terbaik. Namun bagi banyak peserta, nilai sebenarnya bukan sekadar hadiah, melainkan pengalaman kolaboratif yang mengasah kreativitas, ketahanan mental, dan semangat membangun solusi berdampak sosial.

- Advertisement -

Dengan dukungan lintas sektor dan semangat generasi muda yang tak pernah padam, Ericsson melalui Hackathon 2025 kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak inovasi digital Indonesia di era 5G dan AI. ich

Read more

NEWS