Empat Chapter EKLEKTIKO Ungkap Evolusi Artistik Isyana Sarasvati Selama Satu Tahun

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Intimate conference EKLEKTICON menjadi ruang bagi Isyana Sarasvati untuk mengungkap secara detail empat chapter yang membingkai perjalanan kreatifnya dalam semesta EKLEKTIKO. Dengan gaya bercerita yang santai, ia memperkenalkan kembali bagaimana album kelima yang awalnya hanya konsep sederhana berkembang menjadi eksplorasi artistik dengan identitas kuat. “Nggak ada formula khusus. Semua tumbuh organik saja,” ucapnya membuka diskusi.

Chapter LUNORA menjadi awal dari semesta EKLEKTIKO. Dalam bab ini, ia memadukan semangat masa remaja dan persahabatan. Keputusannya menggandeng Hindia, Vidi Aldiano, dan Afgan bukan karena strategi pasar, melainkan rasa penasaran artistik. “Aku kagum sama karya mereka. Aku ingin tahu seperti apa jadinya kalau dunia kami bertemu,” katanya. Kolaborasi tersebut menghasilkan lanskap suara yang luas dan tekstur emosional yang kaya.

Masuk ke chapter MAMIU, Isyana memindahkan pendengar ke dunia fantasi yang ceria. Terinspirasi dari kegemarannya pada animasi, visual MAMIU menghadirkan karakter imajinatif yang menyimbolkan sisi lembut dalam dirinya. Pada bagian ini, ia ingin menegaskan bahwa perjalanan kreatif bukan hanya soal kedewasaan, tetapi juga bagaimana mempertahankan sisi polos yang memberi warna pada kehidupan.

- Advertisement -

Eksplorasi semakin dalam pada chapter CECILIA, fase yang banyak dibicarakan publik. Melalui perspektif feminin dan dewasa, Isyana meluncurkan single “terima kasih dariku.”, hasil kolaborasinya dengan Petra Sihombing. Dalam konferensi, ia mengungkapkan alasannya memilih Petra. “Dia punya kepekaan melodi yang indah. Lagu ini butuh sentuhan yang intim, dan Petra bisa memberikan itu,” tuturnya. Lagu tersebut menjadi representasi penghormatan terhadap orang-orang yang hadir dalam hidupnya.

Perjalanan empat bab tersebut akan dipersatukan dalam chapter terakhir ABADHI yang hadir pada Februari 2026. Di EKLEKTICON, para tamu mendapat bocoran visual dan audio dari fase ini. Isyana menyebut ABADHI sebagai momentum rekonsiliasi artistik antara seluruh persona yang telah ia bangun selama satu tahun. “Semua bagian itu akhirnya kembali menjadi satu energi,” katanya.

Dipandu oleh Reza Chandika, konferensi berjalan penuh tawa dan refleksi. Diskusi ringan mengantar para tamu memahami bagaimana semesta EKLEKTIKO tumbuh secara alami dari dinamika hidup Isyana sepanjang satu tahun. “Aku menjalani banyak fase emosional tahun ini. EKLEKTIKO adalah cara paling jujur untuk mendokumentasikannya,” kata Isyana menutup acara. ich

Read more

NEWS