Channelsatu.com, Pasuruan – 28 Agustus 2026 l – Nama besar keluarga Sungkar kembali menghiasi panggung olahraga otomotif tanah air. Kali ini sorotan tertuju pada El Mayka Sungkar, sosok muda yang sedang meniti jalan sebagai penerus di posisi navigator handal.
Bersama ayahnya yang juga legenda balap Indonesia, Rifat Sungkar, serta dukungan penuh Team RS Telkomsel 5G, ia siap menghadapi Putaran ketiga Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026 di Sirkuit Bhayangkara Kejayan, Pasuruan pada akhir pekan ini.

Lokasi balapan kali ini memiliki karakter jalan yang sulit dan belum pernah Mayka jelajahi sebelumnya: jalannya bergelombang, ruang gerak terbatas, serta permukaannya penuh batu-batu kecil yang menuntut kewaspadaan ekstra.
Peran seorang navigator menjadi sangat krusial—harus mampu menyampaikan informasi arah, tikungan, serta kondisi jalan dengan sangat tepat dan cepat.
Rifat Sungkar yang berada di balik kemudi menjelaskan bahwa ini adalah momen bagus untuk menguji kedewasaan pemikiran anaknya:
“Sirkuit Bhayangkara ini karakternya bumpy dan tidak terlalu lebar. Kondisi jalannya juga cukup berbahaya karena lintasannya permukaan dasarnya lebih banyak batu. Karakter seperti ini membuat speed-nya berbeda dan pace note-nya akan lebih sibuk.”
Fokus utamanya adalah ketelitian:
“Yang akan menjadi perhatian buat Mayka adalah pace note-nya harus lebih detail. Jadi ini menuntut skill pembuatan pace note yang lebih tinggi satu tingkat dibanding biasanya. Dia harus bisa membaca kondisi lintasan dan menerjemahkannya menjadi informasi yang benar-benar membantu saya di dalam mobil.”
Persiapan Mayka dilakukan secara menyeluruh—bukan hanya di sirkuit, tapi juga di lapangan hijau.

Ia aktif bermain sepak bola dalam ajang Indonesia Junior League, cara cerdas menjaga ketahanan tubuh serta fokus pikiran sebelum bertanding:
“Saat ini Mayka lagi fokus Indonesia Junior League, jadi fisiknya dipersiapkan di sana. Itu menjadi bagian dari persiapan dia sebelum kembali menghadapi sprint rally.”
Catatan gemilang di Semarang menjadi semangat tambahan—berhasil menaklukkan lintasan dan keluar sebagai juara sekaligus menunjukkan kemajuan besar dalam cara berpikir dan bekerja sama dengan tim.
Ini semua masuk dalam rencana besar bernama The Legend Continues, sebuah upaya melestarikan dan membina bakat jangka panjang agar standar prestasi tetap terjaga tinggi.
Bagi Rifat Sungkar, kemenangan bukan sekadar piala:
“Setiap putaran punya karakter dan tantangan yang berbeda. Buat Mayka, yang paling penting sekarang adalah bagaimana dia bisa terus belajar, meningkatkan kemampuan pace note, dan semakin memahami apa yang dibutuhkan seorang navigator di dalam mobil.”
Di Pasuruan nanti, setiap meter lintasan akan menjadi sekolah hidup bagi El Mayka—membangun insting, kekuatan mental, dan pengalaman berharga menuju hari di mana ia menjadi ahli yang mampu berdiri tegak di atas segala medan. (*)
– Putra Bumi R
