Jakarta, Channelsatu.com – Pasar Indonesia menunjukkan perkembangan penting bagi industri *wine* Australia. Pada periode Juli 2025 hingga Juni 2026, volume ekspor wine Australia ke Indonesia meningkat 88 persen menjadi 864.000 liter, sedangkan nilai ekspornya naik hingga empat kali lipat menjadi A$21 juta.
Data tersebut memperlihatkan peluang pertumbuhan pasar Indonesia di tengah meningkatnya perhatian produsen Australia terhadap kawasan Asia Tenggara. Dalam periode 12 bulan yang berakhir pada Juni 2026, nilai ekspor wine Australia ke kawasan Asia Tenggara mencapai A$293,9 juta, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 7,2 persen selama lima tahun terakhir.
Perkembangan pasar tersebut turut menjadi latar belakang penyelenggaraan Australian Wine Showcase 2026 di The Westin Jakarta. Kegiatan yang menjadi bagian dari tur enam kota di Asia Tenggara itu menghadirkan produsen Australia untuk bertemu langsung dengan importir, distributor, peritel, sommelier, profesional perhotelan, media, dan pelaku industri lainnya.
Paul Turale, General Manager Market Development, Wine Australia, menyampaikan bahwa antusiasme peserta di Jakarta menunjukkan adanya ketertarikan untuk memahami produk Australia secara lebih mendalam.
“Ketertarikan seperti ini penting bagi kami untuk terus memperkenalkan wine Australia kepada pasar Indonesia, sekaligus membangun pemahaman yang lebih baik dan mempererat hubungan dengan para mitra industri di sini,” ujar Turale.
Australia disebut sebagai salah satu dari tiga negara pemasok utama wine ke Indonesia. Pasarnya mencakup kalangan ekspatriat, wisatawan mancanegara, serta konsumen Indonesia dengan daya beli kuat, terutama di Jakarta dan Bali.
Melalui tema “Taste Beyond”, Australian Wine Showcase 2026 memberikan ruang bagi para produsen untuk memperkenalkan beragam produk sekaligus memahami dinamika perdagangan, preferensi konsumen, dan peluang bisnis di pasar setempat.
Keragaman produk menjadi salah satu daya tarik wine Australia. Negara tersebut memiliki 65 wilayah penghasil dengan karakter yang berbeda akibat pengaruh iklim, tanah, ketinggian, dan kondisi geografis. Perbedaan tersebut turut membentuk karakter rasa dan gaya wine yang dihasilkan.
Di samping mempertahankan pengetahuan pembuatan wine yang diwariskan antargenerasi, produsen Australia terus mengeksplorasi varietas anggur alternatif dan pendekatan produksi yang lebih berkelanjutan. Perpaduan pengalaman dan inovasi ini menjadi bagian dari upaya industri dalam merespons kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Bagi produsen, pertemuan langsung dengan mitra di berbagai negara Asia Tenggara juga memberikan kesempatan untuk bertukar wawasan dan menjajaki kerja sama baru. Dengan pertumbuhan ekspor yang tercatat, Indonesia menjadi salah satu pasar yang diperhatikan dalam strategi pengembangan industri wine Australia di kawasan. ich
