Jakarta, Channelsatu.com – Single *LOGILA!* menandai fase paling jujur dalam perjalanan musikal Qodir sejak terbentuk pada 2022. Lagu ini hadir sebagai bentuk pelepasan emosi, di mana kemarahan tidak lagi dipendam, melainkan disalurkan menjadi energi musik yang lantang dan penuh makna.
Dul Jaelani, Deriel Sudiro, dan Axel CB sepakat menjadikan *LOGILA!* sebagai medium untuk berbicara apa adanya. Dengan menggandeng Arya Novanda, Qodir memperluas spektrum emosional lagunya, menghadirkan dimensi blues yang memperdalam rasa perih di balik amarah.
Menurut Dul, lagu ini lahir dari kesadaran bahwa diam sering kali justru memperpanjang luka. “Ada titik di mana marah bukan untuk ditahan, tapi dilepaskan. *LOGILA!* adalah bentuk pelepasan itu,” ungkapnya.
Lirik lagu ini berbicara tentang manipulasi, kemunafikan, dan kelelahan berpura-pura. Tema tersebut terasa sangat dekat dengan realitas sosial, menjadikan *LOGILA!* sebagai cermin bagi banyak orang yang pernah merasa terpinggirkan.
Teriakan di bagian chorus bukan sekadar gimmick musikal, melainkan simbol keberanian untuk bersuara. Qodir seolah ingin menegaskan bahwa emosi mentah pun memiliki hak untuk didengar.
Arya Novanda menilai lagu ini sebagai pertemuan emosi yang tulus. “Blues selalu bicara tentang rasa sakit dan ketahanan. Di *LOGILA!*, rasa itu bertemu dengan energi rock yang meledak-ledak,” katanya.
Diproduseri oleh Viki Vrananta, karakter suara *LOGILA!* dibuat tanpa banyak polesan berlebihan. Pendekatan ini menjaga kejujuran emosi tetap utuh dan terasa dekat dengan pendengar.
Qodir berharap *LOGILA!* dapat menjadi teman bagi siapa pun yang pernah merasa tertindas, sekaligus pengingat bahwa suara, sekecil apa pun, tetap memiliki kekuatan untuk melawan. ich
