Channelsatu.com, Jakarta – Duet sutradara Rudi Soedjarwo dan produser Denny Siregar dalam Film Tanah Runtuh membuka cakrawala bagi semua tentang sisi kemanusiaan anak down Syndrome. Pandangan ini terungkap dalam press conference dan press screening Film Tanah Runtuh di XXI Epicentrum, Jakarta.
Ridho Khaliq, pemeran Ringgo, seorang anak dengan Down Syndrome dinilai menjadi jantung emosional dalam film tersebut. Banyak orang dewasa menjalani hidup dengan rasa lelah yang sulit dijelaskan. Bagi sutradara Rudi Soedjarwo, sosok Ringgo yang menjadi kompas moral film ini.
“Saya pelajari dari Ringgo adalah cara dia melihat dunia. Dia tidak melihat banyak sekat, tidak melihat kerumitan. Dia hanya tahu cara menyayangi orang-orang yang dia cintai. Kadang orang dewasa justru terlalu sibuk dan terlalu rumit. Lewat Ringgo, saya diingatkan lagi hal-hal yang paling penting dalam hidup sebenarnya sangat sederhana,” kata Rudi Soedjarwo, di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Produser Denny Siregar menjelaskan, Down Syndrome tidak pernah diposisikan sebagai “pesan” dalam film ini, melainkan sebagai perspektif yang membawa penonton kembali pada kemanusiaan yang paling mendasar.
“Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana, bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan. Di tengah dunia yang semakin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan lebih tulus,” ucap Denny Siregar.
Baca juga: Film Down Swan Merajut Cinta Punya Anak Berkebutuhan Khusus
Ridho Khaliq sendiri, saat ditanya soal karakter yang ia perankan, menjawab dengan cara yang paling sederhana dan paling tulus.
“Ringgo itu sayang sama Ibu, sayang sama Kai, dan sayang sama semua orang. Aku senang bisa jadi Ringgo. Aku juga senang punya banyak teman baru,” ujar Ridho Khaliq.

Vino G Bastian, yang memerankan Idham, seorang anggota yang secara tak terduga menjadi pelindung Kai dan Ringgo, mengakui bahwa proses bekerja bersama Ridho meninggalkan kesan yang dalam.
“Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan dalam cara Ringgo melihat dunia, sesuatu yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini. Kadang yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain,” ujar Vino G Bastian.
Yoan, yang memerankan Kai, adik Ringgo yang harus dewasa sebelum waktunya juga mengungkapkan hal serupa. Chemistry antara Yoan dan Ridho yang terbangun secara alami selama proses syuting menjadi salah satu kekuatan terbesar film ini.
“Aku justru banyak belajar dari Ridho. Dia mengajarkan saya untuk lebih sabar, lebih tenang, dan lebih menikmati momen. Kadang orang dewasa terlalu banyak berpikir, sementara Ridho punya cara melihat dunia yang lebih sederhana dan tulus,” kata Yoan.
Sementara alur Film Tanah Runtuh mengikuti perjalanan dua kakak beradik, Kai (9) dan Ringgo (11), yang terpisah dari ibu mereka di tengah kerusuhan di Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah. Film ini tidak bermaksud bercerita tentang konflik.
Justru yang menjadi pusat perhatiannya adalah manusia-manusia yang harus tetap hidup, mencintai, dan saling menjaga di tengah situasi yang tidak mereka pilih.
Film Tanah Runtuh akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026. Dibintangi oleh Vino G Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, Tubagus Ali, Agnes Naomi, Jerry Likumahwa, Royhan Hidayat, Tike Priatnakusumah, Luna Allegra, dan Sari Koeswoyo. (M Fajardin)
