Jakarta, Channelsatu.com – Proses penjaringan kepemimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur memasuki babak penting setelah panitia resmi menetapkan dua kandidat yang lolos verifikasi untuk maju dalam Musyawarah Kota (Musko) 2026. Tahapan ini menjadi penentu arah organisasi kemanusiaan tersebut untuk periode 2026–2031.
Ketua Panitia Penjaringan dan Verifikasi, Rasminto, mengungkapkan bahwa dari tiga pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hanya dua nama yang memenuhi seluruh persyaratan administratif dan ketentuan organisasi. Kedua kandidat tersebut adalah H.R. Krisdianto sebagai petahana dan Bambang Aldryan Pamungkas.
“Dari hasil pemeriksaan dan verifikasi berkas pendaftaran, terdapat dua bakal calon yang memenuhi syarat, yakni H.R. Krisdianto sebagai petahana dan Bambang Aldryan Pamungkas,” ujar Rasminto kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, proses verifikasi dilakukan secara ketat dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI serta pedoman tata pemilihan pengurus yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan organisasi.
Rasminto menjelaskan, kedua kandidat juga telah memenuhi syarat dukungan minimal, yakni 20 persen dari pengurus atau utusan yang memiliki hak suara dalam forum musyawarah. Ketentuan ini menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan calon.
Ia menambahkan, khusus untuk petahana terdapat ketentuan tersendiri yang tidak mewajibkan dukungan sebagai syarat pencalonan kembali. Sementara itu, Bambang Aldryan Pamungkas dikenal memiliki pengalaman sebagai Ketua Bidang Relawan PMI Jakarta Timur dan Asisten Pemerintahan Sekretariat Kota Jakarta Timur.
Tahapan selanjutnya, kedua kandidat akan mengikuti Musyawarah Kota PMI Jakarta Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 April 2026. Forum ini akan menjadi ajang pemilihan sekaligus penentuan arah kebijakan organisasi ke depan.
“Seluruh proses penjaringan dilakukan secara transparan dan sesuai aturan organisasi, kita berharap kepemimpinan PMI ke depan berjalan kredibel dan dapat dipercaya masyarakat Kota Jakarta Timur,” tutup Rasminto. ich
