Dua Bulan Tak Bisa Bangkit karena Chikungunya, Lasiman Akhirnya Didatangi Wali Kota

Share

Kota Bekasi, Channelsatu.com – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turun langsung ke lapangan meninjau kondisi Lasiman (55), seorang warga RT 05 RW 03 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, yang telah dua bulan terakhir terbaring lemah akibat penyakit chikungunya. Kunjungan ini mencerminkan respons cepat Pemerintah Kota Bekasi terhadap laporan masyarakat terkait potensi penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk tersebut.

Lasiman, yang sebelumnya bekerja sebagai buruh lepas di sebuah perusahaan, terpaksa menghentikan aktivitasnya karena tubuhnya melemah dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ia kini dirawat di rumah dengan pendampingan dari istri dan anaknya. Menyaksikan langsung kondisi itu, Wali Kota Tri Adhianto segera menghubungi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia, melalui sambungan telepon dan memerintahkan agar penanganan medis terhadap Lasiman dilakukan secepat mungkin oleh Puskesmas setempat.

Tri Adhianto juga menerima laporan dari warga sekitar mengenai lima kasus serupa yang ditemukan di lingkungan tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya potensi klaster penularan penyakit chikungunya di wilayah Bantargebang. Kekhawatiran warga pun meningkat, mengingat belum adanya tindakan penanganan yang menyeluruh hingga saat kunjungan berlangsung.

- Advertisement -

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan akan melakukan penyemprotan fogging untuk memberantas vektor nyamuk penyebab chikungunya. Selain itu, edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga akan digencarkan sebagai upaya pencegahan jangka panjang. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap genangan air dan tempat-tempat lembap yang menjadi sarang nyamuk.

Kunjungan lapangan oleh Wali Kota ini mempertegas komitmen Pemkot Bekasi dalam menjaga kesehatan publik serta mendorong deteksi dini dan pelayanan cepat bagi warga yang terdampak penyakit menular. Dalam konteks urbanisasi dan kepadatan penduduk, wilayah-wilayah pinggiran seperti Bantargebang menjadi rentan terhadap wabah jika tidak disertai intervensi kesehatan masyarakat yang intensif.

Pemkot Bekasi menekankan bahwa upaya pencegahan chikungunya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, penyebaran penyakit ini diharapkan dapat ditekan sebelum meluas lebih jauh. ich

Read more

NEWS