Senin , 13 Juli 2020
Home / Showbiz / Film, Musik, TV / Ditolak di Bali, Suting Film Untuk Angeline difokuskan ke Banyuwangi

Ditolak di Bali, Suting Film Untuk Angeline difokuskan ke Banyuwangi

Niken Septikasari Produser film Untuk Angeline dan Marsha yang terlibat sebagai pemain dan pengisi soundtrack film ini. Foto: Ibra
Niken Septikasari Produser film Untuk Angeline dan Marsha yang terlibat sebagai pemain dan pengisi soundtrack film ini. Foto: Ibra

Jakarta, channelsatu.com: Pembuatan film Untuk Angeline yang diproduksi Citra Visiual Sinema terpaksa dialihkan sutingnya ke Banyuwangi. Kondisi ini terjadi setelah baru-baru ini, seperti ramai diberitakan diberbagai media on line, kalau Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan tidak setuju kasus pembunuhan bocah kelas II SD, Engeline (Egeline) diangkat ke layar lebar.

Alasanya. seperti yang dikutip dari beritadewata.com, Gubernur Mangku Pastika menolak dan tidak setuju kasus Engeline diangkat ke layar lebar sebelum urusan hukumnya sudah selesai dan ada aspek positif yang bisa diangkat dalam film ini.

“Karena tidak boleh suting di Bali, ya terpaksa suting film Untuk Angeline kita alihkan ke Banyuwangi. Di Banyuwangi suting film ini kini sudah 30 persen berjalan,” terang Niken Septikasari selaku Produser dari Citra Visual Sinema didampingi kuasa hukumnya DR. Prastopo, SH, MH. yang ditemui wartawan pada Kamis (4/2/2016) sore kemarin di sebuah kafe di Pondok Indah Mall 2 di bilangan Jakarta Selatan.

Diakui Niken, ia sedikit agak kecewa suting film Untuk Angeline dilarang di Bali. Karena sekejul untuk suting film ini, awalnya selain akan dilakukan di Bali, juga di Banyuwangi dan Jakarta.

“Karena larangan tersebut, maka suting film ini kita fokuskan di Banyuwangi dan Jakarta,” terang Niken yang terkejut larangan itu terjadi karena sebelum surat ijin diperoleh untuk suting, menurutnya saat melakukan sosialisasi ke pihak terkait mendapat apresiasi positif.

Paramitha Rusady saat suting film Untuk Angeline. Foto; Ist.
Paramitha Rusady saat suting film Untuk Angeline. Foto; Ist.

“Yang perlu ditegaskan di sini, kita membuat film Untuk Angeline bukan mengutamakan untuk mencari untung tapi kami ingin memberikan informasi pada masyarakat bahwa film yang kita buat menjadi pelajaran berharga agar kasus semacam ini tidak terulang kembali,” terang Niken.

“Intinya kami membuat film ini untuk membuat sebuah tontonan positif yang menjadi tuntunan buat masyarakat. Dan dalam pengarapanya tidak dituturkan untuk memvonis seseorang dalam film ini tapi kita terinspirasi dari kasus yang menimpa kisah nasib tragis gadis cilik yang tewas mengenaskan di Bali,” sambungnya.

Film Untuk Angeline sendiri disutradarai Djito Banyu dan dilakoni diantaranya, Kinaryosih, Teuku Rifnu Wikana, Naomi Ivo, Ruwina Umboh, Paramitha Rusady, Dewi Hughes, Ratna Riantiarno, Emma Waroka, dan pendatang baru nan cantik Marsya yang turut tampil dan ikut mengisi soundtrack dalam film ini. (Ibra)

About ibra

Check Also

Suasana prescon launching film DVD Shaun The Sheep The Movie: Farmageddon. Foto: DSP.

Dari Meulaboh Sampai Papua, DVD Film Shaun The Sheep The Move: Farmageddon Sudah Hadir di CFC

Jakarta, channelsatu.com: Sequel terbaru dari film Shaun The Sheep, dengan judul : Shaun The Sheep …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *