Jakarta, Channelsatu.com – Olahraga kini bukan lagi sekadar aktivitas menjaga kesehatan. Bagi masyarakat urban, olahraga telah berkembang menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup. Setelah maraton dan padel, kini Hyrox menjadi fenomena baru yang menarik perhatian para pencinta kebugaran.
Kompetisi yang memadukan lari dengan tantangan kekuatan seperti sled push, rowing, wall balls hingga farmer’s carry itu menawarkan pengalaman berbeda sekaligus menguji batas kemampuan fisik peserta.
Namun di balik popularitasnya, Hyrox juga menyimpan tantangan besar yang tidak boleh dianggap remeh. Banyak orang tertarik mengikuti kompetisi hanya karena tren atau takut tertinggal (FOMO), tanpa memahami bahwa olahraga ini membutuhkan persiapan fisik yang matang.
Direktur Bisnis Individu merangkap Plt. Direktur Bisnis Korporasi IFG Life, Fabiola Noralita, menilai meningkatnya minat masyarakat terhadap Hyrox merupakan sinyal positif atas tumbuhnya kesadaran hidup sehat.
“Kami melihat semakin banyak orang menetapkan target kebugaran sebagai bagian dari gaya hidupnya. Tren ini tentu positif karena mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan peduli terhadap kesehatan,” ujar Fabiola.
Menurutnya, semangat tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan menghadapi berbagai risiko yang mungkin muncul saat berolahraga.
Persiapan tidak hanya dilakukan menjelang hari perlombaan. Fondasi fisik sebaiknya dibangun sejak 8 hingga 12 minggu sebelumnya melalui kombinasi latihan kardio dan kekuatan. Tubuh juga membutuhkan waktu pemulihan yang cukup agar terhindar dari kelelahan maupun cedera.
Selain latihan, perlindungan diri juga menjadi aspek penting yang sering terlupakan.
“Setiap orang berhak mengekspresikan dirinya melalui berbagai cara, termasuk dengan menjalani gaya hidup yang lebih aktif. Karena itu IFG Life ingin menjadi mitra yang memberikan rasa tenang melalui perlindungan kesehatan dan kecelakaan yang komprehensif sehingga masyarakat dapat lebih percaya diri menjalani hidup yang mereka inginkan,” jelas Fabiola.
Pada akhirnya, mengikuti Hyrox bukan soal menjadi yang tercepat, melainkan tentang menikmati proses menjadi pribadi yang lebih sehat dengan persiapan yang matang. ich
