Kota Bogor, Channelsatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai memperlihatkan keseriusannya dalam membenahi sarana olahraga kota. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Anas S. Rasmana, melakukan inspeksi langsung ke lokasi proyek rehabilitasi Stadion Pajajaran tahap I. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan sesuai dengan target dan standar konstruksi yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungannya, Dedie menegaskan bahwa proses awal rehabilitasi stadion telah memasuki tahap persiapan pondasi baru, jogging track, serta rumput lapangan. Ia meminta para pelaksana agar bekerja hati-hati, disiplin, dan menyesuaikan dengan perencanaan yang sudah disusun sejak awal. Menurutnya, anggaran yang terbatas harus digunakan secara maksimal tanpa mengurangi kualitas pengerjaan.
“Pembangunan ini kan bertahap, karena anggarannya terbatas. Sehingga kita minta harus hati-hati betul, jangan sampai dengan uang yang terbatas ini, kemudian kita tidak sesuai dengan arahan. Saya sudah sampaikan kepada Pak Kadispora,” ujar Dedie.
Ia menambahkan, aspek teknis sejauh ini sudah berjalan baik dengan adanya perencana dan pengawas yang bertugas. Namun, ia tetap menekankan pentingnya monitoring detail agar tidak terjadi kesalahan yang bisa mengganggu keberlanjutan proyek pada tahap berikutnya.
Dedie juga mengingatkan agar material hasil galian tanah tidak dibuang sembarangan. Menurutnya, sisa tanah tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk finishing maupun penambahan level. Prinsip kehati-hatian disebutnya menjadi kunci agar rehabilitasi stadion ini sesuai dengan kaidah konstruksi yang benar.
Tahap pertama pembangunan difokuskan pada pembuatan pedestal, yang nantinya akan berlanjut ke tahap II di tahun anggaran berikutnya. Pekerjaan tahap lanjutan juga mencakup penataan rumput lapangan dan area sekitarnya. Dedie menegaskan agar pengerjaan dilakukan dengan ritme terukur agar tidak saling mengganggu antara satu bagian dengan bagian lainnya.
“Hati-hati juga dengan treatment luar, supaya tidak merusak lintasan. Banyak aspek yang harus diawasi. Ritmenya tidak bisa sembarangan,” tegasnya.
Selain Stadion Pajajaran, Pemkot Bogor juga menargetkan rehabilitasi GOR Indoor A dan B serta kawasan GOR Pajajaran secara menyeluruh. Namun, rencana ini akan dijalankan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran. Dedie berharap seluruh perbaikan sarana olahraga di Kota Bogor bisa menjadi warisan penting bagi masyarakat, terutama generasi muda yang gemar berolahraga.
Sementara itu, Manajer Lapangan PT Menara Setia, Kurniawan, selaku pelaksana proyek menegaskan bahwa pekerjaan di lapangan berjalan sesuai SOP dengan penerapan standar keselamatan kerja. “Semua pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri sesuai K3. Pembangunan lintasan dimulai dari sisi utara dan selatan agar bagian yang sudah selesai tidak terganggu oleh lalu-lalang orang,” jelasnya.
Dengan pengawasan ketat serta langkah bertahap yang dilakukan, Pemkot Bogor optimistis rehabilitasi Stadion Pajajaran akan menghadirkan fasilitas olahraga representatif yang tidak hanya membanggakan kota, tetapi juga bermanfaat luas bagi masyarakat. ich
