Jakarta, Channelsatu.com – Chef Juna Rorimpandey dan Chef Jovan Koraag-Kambey berkolaborasi dalam sebuah proyek unik bertajuk *“A (C)love Story”*, film pendek yang mengangkat perjalanan cengkeh Manado dalam perspektif kuliner dan budaya. Lewat visual sinematik dan narasi penuh kehangatan, film ini menghadirkan harmoni antara rasa, tradisi, dan kisah pribadi dua chef asal Sulawesi Utara tersebut.
Diproduksi oleh *A Fusion of Fine Tastes* bersama *Mata Karanjang* dan *Gastronusa*, film ini menjadi refleksi cinta terhadap rempah Indonesia yang telah lama menjadi identitas kuliner dunia. Chef Juna dalam diskusi peluncuran mengatakan, “Cengkeh Manado itu bukan hanya bahan masak, tapi bagian dari identitas dan kebanggaan kita.”
Film ini mengajak penonton menyelami proses kreatif di dapur, di mana cengkeh menjadi elemen utama yang menghidupkan rasa dan cerita. Dari *Wagyu Ribs Cengkeh Broth* hingga *Cengkeh Glazed Bluefin Tuna*, setiap hidangan merepresentasikan bab dalam perjalanan cengkeh — dari tanah Manado hingga ke meja fine dining Jakarta.
Selain tayang di kanal YouTube dan Instagram Gastronusa, pengalaman film ini diperluas melalui kolaborasi kuliner di restoran *Mata Karanjang*. Selama Oktober 2025, pengunjung dapat menikmati hidangan khas yang tampil dalam film, menghadirkan pengalaman sinema yang bisa dicicipi.
Chef Jovan menambahkan, “Setiap gigitan dari hidangan berbasis cengkeh adalah bentuk penghormatan untuk petani rempah yang menjaga kualitas rasa Indonesia.”
Film *“A (C)love Story”* juga menjadi simbol inovasi dalam industri gastronomi Indonesia, yang semakin terbuka untuk menyatukan media, budaya, dan cita rasa dalam satu bingkai naratif.
Melalui proyek ini, Gastronusa tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang potensi rempah lokal, tetapi juga mengubah cara publik menikmati kuliner — bukan sekadar makan, tetapi merasakan maknanya.
Dengan cengkeh sebagai benang merah, film ini menegaskan bahwa setiap rasa memiliki cerita, dan setiap cerita membawa cinta yang tumbuh dari tanah Indonesia. ich
