Kota Tangerang, Channelsatu.com – Musim hujan yang kerap membawa genangan kembali direspons serius oleh Pemerintah Kota Tangerang. Terbaru, melalui pembangunan drainase dan gorong-gorong sepanjang 300 meter di dua kelurahan padat penduduk, yakni Larangan Utara dan Gaga, Kecamatan Larangan.
Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi mitigasi banjir di wilayah rawan, sekaligus bentuk konkret kehadiran pemerintah di tengah keresahan masyarakat akibat genangan yang berulang. Kawasan ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai titik rawan saat curah hujan tinggi melanda.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menyampaikan bahwa pekerjaan telah dimulai akhir Juni 2025 dan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari. Drainase dan gorong-gorong tersebut akan berfungsi sebagai long storage, yakni saluran penampungan air sementara yang mampu mencegah banjir instan.
“Infrastruktur ini sangat vital, terutama di tengah permukiman yang padat dan kurang memiliki ruang terbuka hijau sebagai area resapan air,” ujar Taufik. Ia memastikan bahwa setiap tahap pembangunan akan dimonitor secara ketat demi kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan.
Tak hanya fokus pada sisi teknis, pembangunan ini juga mempertimbangkan aspek sosial dan kenyamanan warga sekitar. Pemerintah berharap kehadiran infrastruktur baru ini akan memberi rasa aman, khususnya saat musim penghujan yang masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun.
Pemkot Tangerang menekankan pentingnya kolaborasi warga dalam menyukseskan proyek ini, baik melalui laporan lapangan maupun dukungan terhadap kelancaran mobilisasi alat berat dan material. Semua kanal komunikasi pun dibuka untuk menampung aspirasi publik.
Dari segi perencanaan, proyek ini menjadi prototipe pengelolaan air berbasis permukiman urban. Harapannya, keberhasilan proyek ini dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa, demi memperluas cakupan pengendalian banjir kota.
Pembangunan drainase di Larangan ini menjadi wujud nyata bahwa solusi banjir tak melulu soal tanggul dan pompa besar, tapi juga tentang bagaimana ruang kota dikelola secara cerdas dan adaptif untuk menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. ich
