Jakarta, Channelsatu.com – Tren mobil listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, seiring dengan antusiasme publik yang semakin tinggi. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah pengunjung GIIAS 2025 menjadi 485.569 orang, naik dari tahun sebelumnya. Di tengah perkembangan ini, agensi Praxis meluncurkan hasil riset terbarunya, bertajuk ‘Potensi dan Tantangan Mobil Listrik di Indonesia dari Persepsi Pengguna’.
Riset yang mensurvei 1.200 pengguna mobil listrik di 12 kota besar ini memotret pergeseran fundamental dalam preferensi konsumen. Menurut Adwi Yudiansyah, President Director Praxis, konsumen kini tidak lagi terpaku pada harga murah. “Melihat tren tersebut, Praxis meluncurkan hasil riset kelima kami… Survei ini secara komprehensif memotret perilaku, preferensi, dan aspirasi dari 1.200 pengguna mobil listrik di 12 kota besar di Indonesia,” jelasnya.
Temuan menarik dari riset ini adalah daya tahan baterai (35,17%) kini menjadi faktor yang jauh lebih penting daripada harga beli (21,33%) dan reputasi merek (18,5%). Hal ini menunjukkan bahwa konsumen mobil listrik di Indonesia telah berevolusi menjadi lebih matang, dengan pertimbangan yang lebih berorientasi pada fungsi dan nilai jangka panjang. ich
