Barcode Gratis untuk 100 UMKM, Peluang Emas dari Pemkot Tangerang

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam mendukung pelaku usaha lokal kembali ditegaskan lewat program Fasilitasi Pendaftaran Barcode Produk Gratis bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM), program ini hadir sebagai pintu masuk produk UMK ke pasar ritel modern dan ekosistem digital yang semakin kompetitif.

Program ini memungkinkan 100 pelaku UMK Kota Tangerang mendapatkan barcode resmi dari GS1 Indonesia tanpa dikenai biaya, sebuah insentif besar yang bisa menjadi titik balik dalam pengembangan usaha. Pendaftaran sudah dibuka secara online melalui tautan https://bit.ly/Barcode2025 dan akan berlangsung hingga 26 Juni 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi digitalisasi UMKM, sekaligus peningkatan kualitas kemasan produk kuliner, kerajinan, dan fesyen lokal.

Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Suli Rosadi, menjelaskan bahwa selain pendaftaran barcode, peserta juga akan mendapatkan pelatihan penggunaan barcode dan pendampingan teknis hingga barcode aktif. Program ini diperuntukkan bagi UMK yang telah memiliki NIB, berdomisili dan menjalankan usaha di Kota Tangerang, serta melengkapi syarat administratif seperti fotokopi KTP, NIB, dan sertifikat pendukung seperti PIRT, halal, atau HKI.

- Advertisement -

Dengan memiliki barcode resmi, pelaku UMK Kota Tangerang bisa menjangkau lebih banyak konsumen melalui jaringan ritel dan platform e-commerce. Barcode mempermudah proses distribusi, meningkatkan kredibilitas produk, dan mempercepat adopsi sistem digital dalam manajemen usaha. Hal ini selaras dengan arah industri kreatif dan hiburan modern yang mengandalkan transparansi data produk serta efisiensi distribusi.

Suli menyebut bahwa peserta yang telah mendaftar secara online wajib menyerahkan berkas fisik ke Gedung Cisadane, lantai 1, Jalan KS Tubun, Karawaci, Tangerang. Di sinilah proses validasi dan pelatihan akan dilakukan, menjadi awal dari transformasi UMK ke pasar modern berbasis teknologi. Selain itu, pelaku usaha juga akan difasilitasi untuk memahami pentingnya penggunaan barcode sebagai standar industri.

Program ini bukan sekadar bantuan administratif, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di tengah derasnya arus produk luar yang masuk lewat kanal digital. Dengan fasilitas barcode, produk-produk UMK memiliki peluang lebih besar menembus supermarket, marketplace, hingga katalog elektronik pemerintah.

Dari sisi industri hiburan dan ekonomi kreatif, langkah ini menjadi krusial karena sebagian besar UMK di sektor ini belum memiliki kesiapan teknologi dasar seperti barcode. Maka, intervensi semacam ini sangat penting agar produk-produk lokal seperti merchandise, aksesori musik, makanan ringan khas komunitas kreatif, hingga fashion streetwear lokal dapat hadir di ekosistem dagang yang lebih luas dan formal.

- Advertisement -

Dengan semakin terintegrasinya barcode ke sistem ritel dan e-commerce, pelaku UMK Kota Tangerang punya peluang mengangkat produk lokal menjadi bagian dari industri nasional. Ini bukan hanya tentang kode batang di kemasan, melainkan tentang akses, prestise, dan percepatan pertumbuhan usaha. ich

Read more

NEWS