Arzetti Bilbina Bongkar Alasan Kenapa Jurnalis Wajib Punya BPJS Ketenagakerjaan

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Perlindungan bagi wartawan kembali mendapat sorotan. BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cilandak bersama Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) menggelar sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di Jakarta Selatan, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Selatan, M. Izaddin, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Arzetti Bilbina, serta Michael Firdaus selaku Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Cilandak.

bpjs ketenagakerjaan,ypji

- Advertisement -

Arzetti Bilbina menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja, terutama wartawan yang kerap bekerja tanpa batas waktu. “Teman-teman wartawan ini kerjanya bisa dikatakan 36 jam tanpa batasan waktu. Tetapi siapa yang memikirkan kesehatan mereka? Pekerja, termasuk jurnalis, harus terlindungi agar keluarganya juga aman jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Arzeti.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Arzetti menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan selama empat bulan pertama bagi wartawan yang baru mendaftar. Program ini disambut antusias, terbukti dengan 200 wartawan resmi bergabung sebagai peserta dan menerima kartu kepesertaan secara simbolis.

bpjs ketenagakerjaan,ypji

Michael Firdaus menambahkan, manfaat perlindungan dapat diperoleh dengan iuran sangat terjangkau, mulai Rp16.800 per bulan. “Dengan iuran sekecil ini, peserta sudah mendapatkan perlindungan besar, mulai dari biaya pengobatan tanpa batas jika terjadi kecelakaan kerja, santunan kematian, hingga jaminan pendidikan bagi anak pekerja,” katanya.

- Advertisement -

Arzetti juga membagikan pengalamannya tentang manfaat nyata BPJS Ketenagakerjaan. Ia mencontohkan bagaimana program ini menanggung biaya besar bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.

bpjs ketenagakerjaan,ypji

“Kalau sampai kecelakaan membutuhkan kaki palsu yang harganya miliaran rupiah, BPJS Ketenagakerjaan tetap menanggungnya. Bahkan ada santunan kematian sebesar Rp42 juta dan jaminan pendidikan anak,” ungkapnya.

Sosialisasi ini ditutup dengan ajakan bersama untuk memperluas kepesertaan. Dengan semakin banyak pekerja terlindungi, cita-cita menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat lebih cepat terwujud. ich

Read more

NEWS