Alshad Ahmad Ungkap Kunci Nutrisi Ala Harimau untuk Kucing Kesayangan yang Bikin Kamu Melongo

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Sering melihat kucing kesayangan Anda bermalas-malasan dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur? Mitos ini seolah melekat pada hewan berbulu ini. Namun, siapa sangka, di balik kemalasannya, kucing justru menjadi hewan peliharaan paling digemari di Indonesia, bahkan menghabiskan 15-20 jam sehari hanya untuk tidur.

Menariknya, di balik perilaku santainya, terdapat kesamaan genetik yang mengejutkan dengan raja hutan. Tahukah Anda bahwa kucing dan harimau berasal dari satu garis keturunan yang sama, yaitu Felidae, dan memiliki kemiripan DNA hingga 95%?

Pawang harimau terkenal, Alshad Ahmad, membongkar fakta menarik ini. Menurutnya, perilaku harimau sangat mirip dengan kucing peliharaan. “Kalo kalian bener bener perhatiin, kelakuan harimau emang persis kucing, suka jilat kaki depan, lompat sana sini, mainnya nyakar sama pukul pukulan, kalo mau nerkam pasti ngendap-ngendap, suka tidur di tempat gelap, bedanya paling ya tenaga mereka aja yang gede banget,” ungkap Alshad, seolah mematahkan batasan antara hewan buas dan peliharaan rumah tangga.

- Advertisement -

Kesamaan ini tak berhenti pada perilaku saja. Kebutuhan nutrisi mereka pun serupa! Berbeda dengan manusia yang mengandalkan karbohidrat sebagai sumber energi utama, baik kucing maupun harimau sangat membutuhkan protein dan lemak untuk menopang tenaga mereka. Karbohidrat, bagi mereka, hanyalah pelengkap belaka. Tak heran jika Alshad kerap menghabiskan puluhan kilogram daging untuk pakan harimaunya, menegaskan bahwa inilah kebutuhan harian esensial bagi keluarga Felidae.

Namun, fakta krusial ini sayangnya masih luput dari perhatian banyak cat lovers. Saat peluncuran Allen, produk makanan kucing miliknya, Alshad Ahmad sampai harus memberikan edukasi mendalam mengenai sistem pencernaan kucing. “Sistem pencernaan kucing, kan, pendek, ya. Jadi, harus mikirin formulasi tepat agar pencernaan si kucing bisa menyerap nutrisi yang diberikan dengan tepat & maksimal ketika dicerna, sebelum masuk ke proses eliminasi oleh tubuh kucing. Caranya, dengan banyakin protein dalam makanannya, bukan karbohidrat,” jelas Alshad. Ia juga menekankan bahaya karbohidrat berlebih, “Kucing berbeda dengan manusia, ia tidak bisa mencerna karbohidrat seperti manusia. Makanya, kucing jika diberi nasi akan diare.” Sebuah peringatan penting bagi pemilik kucing di seluruh Indonesia!

Melihat komposisinya, Makanan Kucing Kering Allen memang berbeda. Dengan protein mencapai 32% dan lemak lebih dari 12%, Allen dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan energi karnivora sejati. Yang lebih mengejutkan, meskipun harganya terbilang sangat terjangkau, Allen diperkaya beragam vitamin dan mineral esensial seperti Omega 3 & 6, Vitamin E, D, K, Fosfor, Kalsium, Prebiotik & Psyllium Husk. Plus, kandungan Yucca Schidigera di dalamnya secara efektif mengurangi bau kotoran kucing, menjadikannya solusi lengkap bagi pemilik.

Kesungguhan Alshad dalam menciptakan Allen pun patut diacungi jempol. Ia tidak sekadar mengandalkan pengetahuannya sebagai pawang harimau, melainkan menggandeng Vet Partner untuk memastikan formulasi terbaik. “Purrr-fect nutrition, lah.. Untuk kucing. Aku kan juga pencinta binatang, jadi aku ga mau bikin produk yang kaleng kaleng untuk binatang, ga mau bikin peliharaan orang sakit, aku maunya orang lain bisa ngasi pakan yang terbaik untuk peliharaannya terutama saat ini untuk pemilik kucing,” tegas Alshad, menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan hewan.

- Advertisement -

Kini, Makanan Kucing Allen sudah mudah ditemukan di beberapa pet shop di Bandung dan platform E-commerce, tersedia dalam varian Dry Food Tuna & Chicken Flavor serta Wet Food Tuna Red Meat Loaf. Bagi Anda yang penasaran dengan rasa makanan kucing, varian Wet Food Allen bahkan telah bersertifikasi Human Grade! Ya, Anda tidak salah baca. Aman dikonsumsi manusia karena menggunakan 100% daging ikan tuna asli tanpa pengawet, perasa, maupun pewarna buatan. Berani coba?

Read more

NEWS