Jayapura, Channelsatu.com – Musisi dan pencipta lagu Agus Dhukun menunjukkan bahwa kecintaan terhadap musik dapat diwariskan sejak usia dini. Ia kini tengah membimbing putrinya, Shelyn Adlyani Hendroharto, yang mulai serius belajar berbagai alat musik seperti drum, piano, dan keyboard.
Agus mengungkapkan, Shelyn telah menunjukkan bakat luar biasa sejak kecil. “Sejak usia enam tahun, saya mulai menyediakan alat musik sesuai minatnya, mendukung lewat les, dan menciptakan lingkungan yang penuh musik. Saya ingin musik jadi bagian dari keseharian Shelyn,” kata Agus saat ditemui di Jayapura.
Bagi Agus, pengenalan musik bukan hanya tentang teknik, tetapi tentang membangun karakter kreatif dan rasa percaya diri anak. Ia sering memperdengarkan beragam genre — dari pop, jazz, klasik, hingga etnik — agar Shelyn memiliki wawasan musikal yang luas. “Saya tidak membatasi pada satu jenis musik saja. Anak-anak perlu mendengar semuanya agar punya referensi yang kaya,” tuturnya.

Kini Shelyn menjalani pelatihan intensif di DW Music Course Jayapura di bawah bimbingan Mr. Denisa Budi Irawan, serta di Cadenza Music Course bersama para guru musik profesional. Dalam seminggu, ia mengikuti tiga sesi latihan yang disesuaikan dengan jadwal sekolah.
Di luar kegiatan formal, Shelyn aktif tampil dalam berbagai acara lokal. Baru-baru ini, ia memukau penonton di salah satu pusat perbelanjaan Jayapura lewat penampilan energik membawakan lagu “Tabola Bale”. Penonton yang memenuhi area acara ikut larut dalam alunan musik yang ia mainkan.
Bagi Agus, momen tersebut menjadi titik awal perjalanan musik anaknya. “Saya melihat potensi besar dalam diri Shelyn. Yang penting sekarang adalah proses belajar dan keberaniannya tampil. Dari situ akan tumbuh semangat dan kecintaan sejati terhadap musik,” ucapnya.

Agus pun berharap Shelyn bisa mengikuti jejak para musisi perempuan yang ia kagumi seperti Titi Radjo Bintang dan Monica Kezia Bunga Keinanti (Bunga Bangsa). “Saya ingin Shelyn belajar tidak hanya soal teknik bermain, tapi juga makna di balik musik. Musik adalah cara mengekspresikan perasaan, bukan sekadar bunyi,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh sang ayah, Shelyn kini tumbuh sebagai generasi muda berbakat dari Timur Indonesia yang berani bermimpi besar di dunia musik. ich
