Kabupaten Bekasi, Channelsatu.com – Pelepasan 60 siswa terpilih untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) 2025 oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menjadi penanda dimulainya pembinaan intensif karakter dan kepemimpinan bagi pelajar jenjang SMP. Prosesi yang digelar di halaman Museum Gedung Juang, Tambun Selatan, Selasa (18/11/25), memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang tangguh di tengah dinamika perkotaan Bekasi yang semakin kompetitif.
Dalam arahannya, Imam menegaskan bahwa LDKS bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis untuk membentuk generasi yang mampu memimpin dengan ketegasan, disiplin, serta sikap positif dalam lingkungan sekolah. Ia menekankan bahwa pembinaan karakter harus dilakukan sejak dini agar siswa mampu menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks. Menurutnya, LDKS menjadi ruang yang relevan untuk memberikan pengalaman langsung mengenai kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab.
Pelaksanaan LDKS 2025 yang dijadwalkan berlangsung selama enam hari, 17–22 November 2025, dilaksanakan melalui kemitraan dengan Batalyon Infanteri 202/Tajimalela. Kolaborasi ini dipilih karena unsur kedisiplinan, ketegasan, dan pembiasaan terstruktur yang melekat dalam lingkungan pendidikan militer dinilai dapat memperkuat karakter siswa yang masih berada pada fase pencarian jati diri. Imam menilai pendekatan tersebut dapat memberi dampak nyata bagi pembentukan watak siswa.
Imam juga menjelaskan bahwa 60 peserta yang diberangkatkan merupakan siswa terpilih dari 42 SMP yang menjadi sasaran program, berasal dari total 112 sekolah tingkat SMP di Kabupaten Bekasi. Proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan peserta yang dikirim memiliki potensi kepemimpinan, daya sosial yang baik, dan kemauan kuat untuk berkembang. Menurutnya, keberagaman latar belakang siswa justru menjadi kekuatan karena memberikan kesempatan pembinaan yang lebih menyeluruh.
Ia menyebut bahwa beberapa peserta merupakan siswa yang masih berada dalam pendampingan guru BK karena memiliki energi besar yang perlu diarahkan secara positif. Melalui LDKS, imbuh Imam, energi tersebut diharapkan dapat berubah menjadi perilaku konstruktif, kepedulian terhadap sesama, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Pendekatan intensif dinilai penting untuk memastikan setiap peserta memperoleh manfaat maksimal dari pelatihan.
Selama berada di lingkungan Batalyon 202/Tajimalela, peserta akan menjalani jadwal ketat mulai dari bangun pagi, ibadah, olahraga, sarapan, hingga rangkaian materi kedisiplinan dan kepemimpinan. Seluruh aktivitas dirancang mengikuti konsep tujuh kebiasaan Indonesia Hebat yang kini digalakkan pemerintah, dengan tujuan membentuk karakter yang mandiri, berorientasi prestasi, serta memiliki kontrol diri yang kuat. Imam berharap rangkaian kegiatan ini mampu menanamkan kebiasaan positif yang bertahan lama.
Ia menegaskan bahwa selain membangun kedisiplinan, LDKS juga dirancang untuk melatih empati, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman mengenai nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diharapkan mampu mempraktikkan nilai kepemimpinan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak hanya menghasilkan siswa yang cakap secara mental, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang baik.
Di akhir penyampaiannya, Imam menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat kembali ke sekolah dengan membawa perubahan nyata. Ia percaya latihan intensif selama enam hari akan menjadi titik awal pembiasaan sikap positif, keteladanan, dan semangat kontribusi bagi lingkungan sekolah. Melalui LDKS 2025, Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan lahirnya generasi muda yang tidak hanya disiplin dan berkarakter, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah tantangan perkembangan wilayah. ich
