Wali Sambut Ramadan dengan Pesan Kerendahan Hati Lewat “Romantika Badar dan Uhud”

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Di tengah maraknya rilisan musik bertema cinta dan tren digital yang serba cepat, Wali memilih jalur berbeda menjelang Ramadan 2026. Lewat “Romantika Badar dan Uhud”, mereka kembali memperlihatkan konsistensi sebagai band pop Melayu religi yang tidak sekadar mengikuti momentum, tetapi merawatnya dengan kesungguhan.

Single yang dirilis 13 Februari 2026 di bawah naungan Nagaswara ini mengusung pesan reflektif tentang kesombongan dan kelalaian. Badar dan Uhud dijadikan simbol perjalanan hidup manusia yang sarat ujian.

“Ramadan selalu jadi ruang evaluasi. Kami ingin lagu ini menjadi teman perjalanan spiritual, bukan hanya didengar, tapi direnungkan,” kata Faank dalam sesi wawancara promosi.

- Advertisement -

Apoy menambahkan bahwa kekuatan lagu ini terletak pada kesederhanaan pesannya. “Kami tidak ingin terdengar menggurui. Cukup mengingatkan bahwa kemenangan bukan alasan untuk tinggi hati, dan kekalahan bukan alasan untuk menyerah,” ujarnya.

Sentuhan shalawat yang disisipkan dalam lagu memperkuat atmosfer religius tanpa meninggalkan karakter pop Melayu yang mudah diterima berbagai kalangan. Kombinasi ini membuat lagu terasa akrab namun tetap mendalam.

Wali juga mendorong penggemar untuk menggunakan audio resmi lagu ini di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts sebagai bagian dari gerakan menyebarkan pesan positif selama Ramadan 2026.

Kehadiran mereka kembali di sinetron “Amanah Wali” di RCTI memperluas penetrasi pesan lagu ke ranah visual. Strategi lintas platform ini menjadi bukti bahwa Wali memahami Ramadhan sebagai ruang spiritual sekaligus kultural.

- Advertisement -

Di tengah hiruk pikuk konten instan, “Romantika Badar dan Uhud” hadir sebagai pengingat sederhana namun kuat: sebelum bangkit lebih tinggi, manusia perlu belajar menunduk. Dan itulah pesan yang kembali ditegaskan Wali di Ramadan tahun ini. ich

Read more

NEWS