Single Akustik Man Sinner Soroti Krisis Alam

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Perilisan *“Bumi Menangis (Unplugged)”* menandai fase reflektif dalam perjalanan musikal Man Sinner. Band skatepunk asal Jakarta ini memilih jalur akustik untuk menyampaikan keresahan atas kondisi lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

Menurut Man Sinner, format *unplugged* bukan sekadar eksperimen musikal, melainkan kebutuhan artistik agar pesan lagu dapat tersampaikan tanpa distraksi. Aransemen sederhana dipilih agar emosi dan makna lirik menjadi pusat perhatian.

“Kami merasa pesan soal lingkungan akan lebih kuat kalau disampaikan dengan jujur dan sederhana. Unplugged memberi ruang itu,” ujar personel Man Sinner.

- Advertisement -

Single ini dikerjakan secara spontan setelah para personel menyaksikan langsung pemberitaan tentang bencana banjir bandang di Sumatra dan Aceh. Peristiwa tersebut memicu dorongan emosional untuk segera menuangkannya ke dalam karya.

Demi fokus menggarap lagu ini, Man Sinner bahkan menunda jadwal rekaman dua lagu baru yang sebelumnya telah direncanakan. Keputusan tersebut diambil agar proses kreatif *“Bumi Menangis (Unplugged)”* berjalan maksimal.

“Kami merasa lagu ini harus diselesaikan dulu. Ada urgensi emosional yang tidak bisa ditunda,” kata mereka.

Man Sinner menegaskan bahwa musik, bagi mereka, bukan hanya hiburan, tetapi juga medium penyampaian sikap. Lewat lagu ini, mereka berharap publik bisa lebih peka terhadap dampak kerusakan lingkungan.

- Advertisement -

Kini, *“Bumi Menangis (Unplugged)”* telah tersedia di seluruh layanan musik daring dan diharapkan mampu menjadi pengingat akan tanggung jawab kolektif menjaga bumi.

Read more

NEWS